Mobil Murah RI Lebih Elegan dari Tata Nano

Konsumen Indonesia prefer pada mobil yang kelasnya lebih dari Tata Nano.

Jum'at, 26 Maret 2010, 10:59 Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Tata Nano, mobil super murah a la India tengah dipamerkan.
Tata Nano, mobil super murah a la India tengah dipamerkan. (jalopnik.com)

VIVAnews - Mobil murah dan ramah lingkungan versi Indonesia diklaim akan lebih elegan ketimbang mobil murah India, Tata Nano.

Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian Budi Darmadi menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan dalam rangka mengembangkan konsep mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car), mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih mobil yang lebih elegan namun harga terjangkau.

"Konsumen Indonesia prefer pada mobil yang kelasnya lebih dari Tata Nano. Mereka itu tipikalnya, lebih bergengsi, aman, tapi murah," kata Budi ketika ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, 25 Maret 2010.

Untuk itu, konsep pengembangan mobil ini akan diarahkan pada kendaraan yang mebih mewah daripada Tata Nano, dengan harga yang lebih tinggi dan spesifikasi yang lebih lengkap.

"Masyarakat kita lebih suka kalau agak mahalan sedikit asal bisa bergaya dan aman," ujarnya. Untuk itulah, pemerintah memperkirakan pantokan harga jual mobil murah dan ramah lingkungan akan berkisar Rp 70-80 juta.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan, setidaknya 4 produsen berminat untuk memproduksi mobil ini, diantaranya Daihatsu, Nissan, Toyota, dan Suzuki. Kebutuhan atas mobil ini diperkirakan sebanyak 300 ribu unit per tahun.

Budi memperkirakan, untuk memproduksi mobil ini dibutuhkan investasi lebih dari US$ 100 juta. Realisasi produksi perdana mobil ini diprediksi membutuhkan waktu 1,5 tahun lagi.

"Prosesnya masih panjang. Produsen harus bicara pemegang saham, mencari modal, menyiapkan pabrik, melakukan ujicoba. Untuk ujicoba saja butuh waktu 6 bulan," ujar Budi.

Produsen akan disyaratkan untuk memenuhi kandungan lokal sekitar 60-80 persen. Oleh karena itu, menurut Budi, sebagai multiplier effect akan terjadi pertumbuhan industri komponen otomotif, terutama powertrain.

"Komponen powertrain saja mencapai 30 persen. Untuk mencapai komponen lokal 80 persen, maka perlu ada pabrik powertrain di Indonesia," katanya.

Sebaliknya, produsen otomotif akan diberi insentif fiskal berupa pembebasan pajak kendaraan, baik yang ditarik oleh pemerintah pusat maupun daerah. "Akan ada insentif pajak kendaraan dan pajak penghasilan, tapi masih dikaji bagaimana bentuknya," kata Hidayat.

Untuk membebaskan pajak kendaraan daerah, Budi mengaku sudah melakukan pendekatan pada pemerintah daerah. "Saya sudah bicara pada pemda tapi mereka belum respon," ujarnya.

Menurutnya, pemda seharusnya merespon positif karena dengan proyek ini perekonomian daerah akan berkembang, seiring bertumbuhnya industri komponen dan purna jual hingga ke daerah.

hadi.suprapto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nanmahda
25/01/2012
kok gak dari dulu ya... kita baru mau memulai saat negara lain telah melakukannya.. kelihatannya pemerintah kita kurang...???...!!! gitu deh pokoknya payahlah....
Balas   • Laporkan
Bimongaceng
14/09/2011
harga mobil 70-80 juta ya murah lah, emangnya bisa bikin sendiri? mobil murah dibikin bukan buat rakyat kecil seperti kalian2, tapi buat dipakai PRT orang kaya belanja. kok gitu aja repot hehehe
Balas   • Laporkan
bravonal
22/07/2011
mana mobil indonesia yang murah, kalu ada saya mau beli tapi merk lokal indonesia. nasionalisme indonesia ke mana? (bung karno)
Balas   • Laporkan
duljadul
21/07/2011
70jt-80jt di bilang murah,lha kamu memperjuangkan UMR aja cuma 1,5 jt,sampai kiamatpun para pekerja g akan bisa beli tu mobil murah.
Balas   • Laporkan
herry
21/07/2011
daripada mobil murah bikin macet, mending angkutan umum gratis dengan cara subsidi. pasti semua pada naik angkutan umum. macet, tinggal kenangan
Balas   • Laporkan
alim
21/07/2011
iya tuh, suruh pak menteri aja yang beli, kurang mesin tuh dia
Balas   • Laporkan
jauhari galby
21/07/2011
emang brapa penghasilan rakyat indonesia......70-80.....jt dibil;ang murah........budi darmadi....asbun asal bunyi...
Balas   • Laporkan
davidsontumiwa
21/07/2011
ada ada aja ni pemerintah qta.da tau jln di kota da pada macet.masi mau aja lg bikin mobil murah....tp murah apanya harga nya aja da 70jt gimana masyarakat menengah kebawah bisa punya...lg pula da terlambat...negara lain da lebih maju qta masi mobikin wkw
Balas   • Laporkan
rakyat_kecil
28/02/2011
Harganya paling tidak sama dengan sepeda motor Pak, pasti Jakarta lebih macet lagi asal jangan diikuti dengan menaikkan harga bensin Rp 25000 perliternya. sama juga bo'ong.
Balas   • Laporkan
shinara
26/02/2011
semoga tidak mengikuti jejak pendahulunya si mobil nasional timor.. lebih baik negara ini menyadari apa komoditi yang pas agar dapat menjadi leader dibanding negara lain.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru