Begini Cara Hemat Bahan Bakar

Harga bahan bakar minyak melambung tinggi. Sebaiknya Anda mulai berhemat sejak sekarang.

Rabu, 4 Mei 2011, 06:15 Hadi Suprapto
Pengisian bahan bakar di satu SPBU di Jakarta
Pengisian bahan bakar di satu SPBU di Jakarta (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Harga minyak dunia kini membumbung tinggi di atas US$110 per barel. Kondisi ini membuat harga bahan bakar minyak (BBM) ikut melonjak.

Harga Pertamax misalnya, di wilayah Jakarta sudah mencapai Rp9.050 per liter. Begitu juga Premium, bensin beroktan 88 ini juga sudah sangat mahal. Namun, karena bersubsidi, harganya tetap Rp4.500 per liter.

Demi menekan angka subsidi ini, pemerintah berkali-kali menyarankan masyarakat melakukan penghematan bahan bakar. Ini tidak lain agar subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 tidak jebol.

Namun, perilaku hemat sebenarnya tak hanya karena bahan bakar sedang mahal. BBM sedang murah pun perlu dihemat. Sebab, BBM merupakan sumber energi yang tak bisa diperbarui lagi.

Gusti Putu, aktivis di klub pemilik mobil Mitsubishi Kuda, Kuda-klub.com menulis bagaimana cara menghemat bahan bakar. Berikut tips-tipsnya:

1. Jangan memanaskan mobil terlalu lama, maksimum dua menit saja. Pemanasan mesin selama 30 menit sama saja dengan terjebak macet. Bandingkan jika Anda menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam, selama 30 menit Anda sudah menempuh 30 kilometer.

2. Kurangi kebiasaan makan siang di luar kantor. Sebaiknya bawa bekal, pesan antar, atau cukup makan di kantin kantor Anda. Ini supaya bahan bakar mobil tidak terbuang sia-sia, terutama bila terjadi kemacetan.

3. Jika bepergian, ajaklah keluarga atau rekan kantor yang searah, sehingga tak perlu menggunakan dua mobil atau lebih.

4. Manfaatkan angkutan umum seperti busway, kereta api, atau angkutan umum yang lain, sehingga penggunaan bahan bakar bisa ditekan.

5. Bila ke luar kota, saat kondisi macet sebaiknya menepi saja. Manfaatkan waktu macet untuk makan, buang air, isi bensin, atau istirahat. Tunggulah hingga kondisi jalan sedikit sepi.

6. Usahakan mengemudi dengan halus. Kurangi frekuensi pengereman. Antisipasi lalulintas di depan Anda sangat perlu. Kalau ada lampu merah, tak perlu menggeber gas, biarkan mobil meluncur, toh nanti terkena lampu merah juga. Ingat, jangan menekan pedal gas lalu mengerem, energinya hanya terbuang sia-sia.

7. Nyalakan AC seperlunya saja, dan turunkan muatan-muatan tak berguna yang selalu berada di mobil. Selamat mencoba. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
faisal
23/07/2011
buat peraturan ketat...semua PNS dan pegawai swasta makan siang di luar kantor radius 100m....pasti hasilnya akan nyata...
Balas   • Laporkan
salahobat_uju
12/07/2011
biar saja
Balas   • Laporkan
nanang
07/06/2011
Pemerintah hanya bisa bicara saja duit pajak pada lari kmn??????????????????
Balas   • Laporkan
rihan
28/05/2011
udah back to bike spt zaman dulu tggal kembgin aja teknologi ramah lgkungan di kendaraan tradisional tanpa bahan bakar tp larinya tetap kencang
Balas   • Laporkan
nugee
25/05/2011
turunkan harga pertamax, naikkan harga premium sampai ditemukan average rate nya...tapi kenapa susah sekali ya? memang betul seandainya sejak awal subsidi premium tidak terlalu memanjakan rakyat, mungkin akan menjadi lebih bijak dalam penggunaannya
Balas   • Laporkan
fansaiyan
24/05/2011
kadang saya suka tersenyum melihat tingkah laku pemerintah dalam..katanya ingin rakyatnya sejahtra,, tapi ko malah tambah rumit aja masalahnya,, nyuruh pake pertamax tapi ko harganya malah lebih tinggi dari premium,,,,kalau niat,,harga pertamax lebih rend
Balas   • Laporkan
cakson_faisal | 07/07/2011 | Laporkan
justru pemerintah nyuruh pake BBM non subsidi, klo harga pertamax direndahin mah sama aja dul!
munandar
09/05/2011
alah....teorinya basi bin udah biasa, kasih dong yang jitu dan mengena...teori kaya gini anak TK juga bisa
Balas   • Laporkan
reynaldvp | 01/06/2011 | Laporkan
Kalau basi emang si agan udah ngejalanin semuanya?? Mikir dikit dong gan.. _sory kasar, ngga tahan liat komen ngga bermoral_
zveranek | 18/05/2011 | Laporkan
anak TK udah bisa n boleh nyetir mobil ya gan? ente jenius bgt...
EDO
04/05/2011
pemerintah harus terapkan aturan mobil efisien bahan bakar (diesel yg terbaik)..seperti yang diusulkan Obama u/ negerinya. Hemat u/ semua lapisan masyarakat & pemerintah. go green...
Balas   • Laporkan
handyman
04/05/2011
8. Volume kendaraan konvoi pejabata perlu dikurangi dan sebaiknya menggunakan mobil dengan kapasitas max 1000cc. 9. Tingkatkan perawatan, keamanan dan kenyamanan mobil umum.
Balas   • Laporkan
abahanom | 09/06/2011 | Laporkan
betul banget..
lim_andy78 | 19/05/2011 | Laporkan
setuju jg gan :D
vivauser | 04/05/2011 | Laporkan
setuju gan :-)


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru