OTOMOTIF

Teknologi Super Ramah Lingkungan Ala BMW

Teknologi Advance Diesel BMW dapat mengirit bahan bakar hingga 30 persen dibandingkan bens
Sabtu, 23 Juli 2011
Oleh : Hadi Suprapto, Febry Abbdinnah
Logo BMW

VIVAnews - Sesuai dengan temanya 'Sustainable Green Technology', Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 menghadirkan mobil-mobil ramah lingkungan. Sebut saja BMW yang sejak beberapa tahun terakhir mengusung teknologi-teknologi canggih yang ramah lingkungan.

"BMW mengikuti suatu deklarasi bisnis untuk lingkungan yang mendukung target pemerintah mengurangi emisi sebanyak 6 persen pada 2020," kata Helena Abidin, Director of Corporate Communications BMW Group Indonesia saat ditemu VIVAnews.com di arena IIMS, Kemayoran, Jakarta, Jumat, 21 Juli 2011.

Ada beberapa teknologi ramah lingkungan yang menjadi andalan BMW seperti Advance Diesel, dan Auto Start Stop.

Menurut pengakuannya, teknologi Advance Diesel yang digunakan BMW adalah yang paling canggih di Eropa, karena dapat mengirit bahan bakar hingga 30 persen dibandingkan penggunaan bensin. Karena itu, produksi mobil-mobil BMW yang menggunakan teknologi ini pun sudah mencapai 70 persen, dan 30 persennya menggunakan bensin biasa.

Namun tampaknya masyarakat Indonesia masih belum mengenal benar teknologi ini karena dalam semester pertama, penjualan BMW dengan teknologi Advance Diesel hanya 9 persen dari total penjualan. "Memang, masih harus diedukasi pelan-pelan," katanya, menambahkan.

Untuk itu, BMW pun bekerja sama dengan penyedia bahan bakar seperti Pertamina untuk menyediakan diesel berkualitas dan bersih. Bahan bakar diesel ini pun sudah tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali.

"Sebenarnya masyarakat sudah mulai mengenal, terbukti dengan meningkatnya penjualan dari tahun lalu yang hanya empat persen, semester pertama tahun ini meningkat menjadi sembilan persen. Itu sudah cukup bagus untuk kami," ujarnya.

Selain Advance Diesel, BMW pun mengusung sistem Auto Start Stop yang terdapat pada jenis X3 dan seri 6 untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Pada sistem ini, mesin akan secara otomatis mati ketika mesin berhenti, dan akan otomatis menyala ketika pengguna kembali menggunakannya.

Adapula penggunaan bahan yang lebih ringan seperti aluminium sehingga dapat melaju lebih cepat tanpa menghabiskan bahan bakar berlebih. Mesin-mesin turbocharge juga membuat penggunaan bahan bakar lebih irit.

Hal ini pun telah di uji coba oleh tipe 520D pada perjalanan ke Bali. "Tipe ini adalah tipe yang paling irit dengan perbandingan 1 liter untuk 19 km," ujarnya.

Memang, tidak dapat dipungkiri, teknologi ramah lingkungan akan menjadi tren tidak hanya di dunia, tetapi juga di Indonesia. Jadi, bersiaplah.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found