Mobil-mobil Karya Anak Negeri yang Terabaikan

Mobil karya anak bangsa ini, tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Selasa, 3 Januari 2012, 16:08 Sandy Adam Mahaputra
Mobil dinas Jokowi rakitan anak SMK
Mobil dinas Jokowi rakitan anak SMK (VIVAnews/ Fajar Sodik)

VIVAnews - Keputusan Walikota Solo, Joko Widodo menyingkirkan mobil Camry lamanya dan menggantikannya dengan mobil rakitan siswa SMK, "Kiat Esemka" menjadi sorotan. Ide Jokowi ini dinilai sebagai trigger (pemicu) sekaligus momentum kebangkitan mobil nasional.

Jika ditelisik, Esemka bukanlah mobil pertama yang berhasil diciptakan oleh generasi muda Indonesia. Mobil-mobil karya anak bangsa lainnya juga lebih dulu hadir, seperti Komodo, Tawon, Gea, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor, Esemka Digdaya.

Komodo

Mobil ini merupakan kreasi PT Fin Komodo Indonesia yang berpusat di Cimahi Jawa Barat. Mobil offroad jenis Cruiser ini dirancang oleh salah satu desainer pesawat CN-250 Gatotkaca, Ibnu Susilo.

Komodo diklaim mampu melintasi hutan sejauh 100 Km dalam waktu 6-7 jam, dan tingkat konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter. Mobil dua penumpang ini, juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility. Komodo punya fitur self-recovery yang membuatnya tidak bisa terguling.

Tawon

Mobil Tawon diproduksi PT Super Gasindo Jaya. Tawon merupakan calon mobil nasional yang paling siap diproduksi. Tawon telah mengadopsi sistem suspensi depan ferguson dan suspensi belakang per pegas daun. Sedangkan sistem injeksi bahan bakar masih menggunakan karburator.

Dengan mesin 650 cc, Tawon mampu melaju dengan kecepatan maksimal 90 km/jam dengan putaran torsi maksimal 5.300 rpm. Konsumsi bahan bakar boleh dibilang irit. Saat dilakukan uji coba, tercatat 1 liter bensin mampu menempuh jarak 25 kilometer.

Gea

Gea merupakan mobil hasil riset PT INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional). Mobil mungil ini dibekali mesin berkapastias 650 cc, dan dapat dipacu sampai dengan kecepatan 90 km/jam. Mobil ini sudah sampai tahap uji coba produksi.

Mobil jenis city car ini diklaim memiliki beberapa keunggulan dari segi fitur dan desain. Dan digadang-gadang mampu bersaing dengan mobil China, Chery QQ.

Marlip


Marlip adalah mobil listrik yang cocok digunakan untuk mobil golf dan mobil keamanan. Mobil ini merupakan hasil pengembangan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT Marlip Indo Mandiri. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120 km.

Maleo

Maleo merupakan calon mobil nasional yang dikembangkan pada tahun 1993, oleh IPTN yang bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia. Tapi sayangnya, akibat krisis moneter 1997, proyek ini terhenti.

Wakaba

Mobil Wakaba (Wahana Karya Anak Bangsa) adalah buatan komunitas otomotif dan Disperindag Jawa Barat. Kendaraan ini dirancang untuk berbagai jenis, yakni mobil pengolah lahan, mobil angkut hasil pertanian, mobil pengolahan hasil pertanian, mobil angkutan umum pedesaan, mobil perkebunan serta mobil penjualan.

Timor

Mungkin ini mobil nasional yang terbilang cukup sukses di tahun 90-an. Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat), sejatinya adalah mobil KIA Sephia dengan ide mengimpor mobil namun dengan komponen lokal. Bersamaan dengan Timor, hadir juga Bimantara dengan produknya Bimantara Cakra.

Esemka Digdaya

Esemka Digdaya adalah proyek mobil nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK 1 Singosari Malang. Mobil double kabin ini menggunakan kerangka Isuzu Panther dengan suspensi dari Mitsubishi L300.

Sedangkan dapur pacunya, mobil ini mengadalkan mesin injeksi eks Timor berkapasitas 1.500 cc. Pembuatan mobil prototipe ini menghabiskan biaya sekitar Rp100-175 juta.

Tapi sayangnya, mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mereka bahkan tidak dapat tempat atau stand khusus dalam ajang pameran otomotif terbesar di tanah air, IIMS (Indonesia Internasional Motor Show).

Pemerintah terlihat lebih memberikan porsi yang lebih besar kepada produsen-produsen luar negeri, seperti Jepang, Korsel, dan China. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
allama.haikal
02/03/2012
indonesia saja mampu bikin mobil suv,kalo bikin mobil sport bisakah??ngerakit?? gpp
Balas   • Laporkan
jomblo97
08/01/2012
buat versi militernya.tentu yg lebih baik/tangguh dr versi sipil.4x4,snorkel anti banjir,runflat tire,bodi & kaca anti pelor,mesin 4,2L.suspensi independence,test di medan extrem.TNI kita butuh mobil yg baru yg tangguh tapi lbh murah dari mobil impor.
Balas   • Laporkan
thony782001
04/01/2012
pemerintah daripada ikut campur dalam kisruh PSSI yang ujungnya menghadapi sanksi FIFA,mending ikut campur dalam kompetisi kendaraan roda empat yg selama ini didominasi oleh kreasi anak luar Indonesia.think smart..!
Balas   • Laporkan
nayayiraonoskaciw
04/01/2012
bagi pejabat negara pusat, contoh itu solo, ayo semua anggota dpr dan menteri tak terkecuali mpr dan presiden pakai mobnas jng beli yang mewa
Balas   • Laporkan
amin1974
04/01/2012
Memang mobnas seperti sengaja ditenggelamkan di negeri ini. Bandingkan dg mobil jepang,eropa merajai jalanan. kenapa demikian karena pajak pemasukan dan permaianan diatas. sudah sedemikian rupa. kembali pd pemerintah nasionalismenya sampai mana.
Balas   • Laporkan
batubata
04/01/2012
Kalo mengharapkan dukungan dana dari pemerintah kayaknya susah, ada gak konglomerat nasional yg mau menggarap proyek ini ?
Balas   • Laporkan
setiaki
03/01/2012
Sudah bisa ditebak arahnya pemerintah
Balas   • Laporkan
bolo_sewu
03/01/2012
hemmm
Balas   • Laporkan
amandani
03/01/2012
Sebetulnya hanay satu yang harus dilakukan oleh para pembuatnya yaitu promosi, salah satu contoh klw perakitan tidak hebat promosinya tidak ada yang namanya smk XXXXX tapi karena promosinya hebat dan yang menangani nya juga bagus booming lah akibatnya,
Balas   • Laporkan
ran_ran
03/01/2012
majulah karya anak negeri !! ngarep pemerintah ?? mobil rongsokan proton,chery,geely, great wall dibiarkan masuk, sementara karya anak negeri tak ada satupun di bekali pembinaan dan pembiayaan yg mumpuni
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id