Uang Muka Naik, Jualan Avanza Terancam

Besaran uang muka yang harus dibayar masyarakat untuk kredit mobil adalah 30 persen.

Selasa, 20 Maret 2012, 15:04 Sandy Adam Mahaputra
All New Avanza
All New Avanza (VIVAnews/Sandy Mahaputra)

VIVAnews - Keputusan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan memperketat batas minimal uang muka kredit kendaraan bermotor menuai respons beragam dari para pelaku industri otomotif di Tanah Air. Kebijakan ini dinilai tidak hanya berdampak pada penurunan penjualan motor, tapi juga mobil.

Menurut Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, kebijakan itu akan dirasakan pada penjualan Toyota pada 2012, terutama untuk segmen mobil Multi Purpose Vehicle (MPV), seperti Toyota Avanza, yang memiliki pangsa pasar 70 persen.
 
"Tidak bisa dipungkiri penjualan secara global pada tahun ini pasti ada penurunan. Ini akan cukup dirasakan untuk varian Avanza," kata Johnny Darmawan di Jakarta, Selasa 20 Maret 2012.

Sebab, Johnny melanjutkan, segmen pasar untuk Avanza berasal dari kalangan yang memang sangat terganggu dengan adanya kenaikan uang muka tersebut. "Tapi, kami yakin target tahun ini akan tercapai," ujarnya.

Di sisi lain, TAM tetap mendukung kebijakan BI dan Kemenkeu mengenai kenaikan uang muka itu. "Otomotif sudah menjadi industri yang besar dan sangat menguntungkan, serta apakah nantinya kebijakan ini akan berjalan dengan efektif dan dapat membendung peredaran mobil di Indonesia," tanya Johnny.
 
Seperti diketahui, BI berdasarkan Surat Edaran BI Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 menetapkan besaran uang muka yang harus dibayar masyarakat untuk kredit sepeda motor adalah 25 persen, roda empat 30 persen, dan roda empat atau lebih untuk keperluan produktif 20 persen.

Dengan asumsi harga motor baru minimal Rp10 juta, konsumen kini harus menyediakan uang muka minimal sebesar Rp2,5 juta. Padahal, selama ini, masyarakat kelas bawah biasanya bisa memperoleh motor baru hanya dengan uang muka sebesar Rp500 ribu.

Kebijakan yang sama juga dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan yang mengatur batas minimal kredit kendaraan bermotor oleh perusahaan pembiayaan. Pemerintah menetapkan batas minimal lebih rendah 5 persen dibandingkan kredit perbankan. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wanto11
21/03/2012
Yang dirugikan jelas tukang kredit, dengan meningkatnya DP otomatis nilai dasar kreditnya menurun, maka pendapatan dari bunganya juga tinggal sedikit.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru