Dua Keunggulan Si Kembar Agya-Ayla: Murah & Irit BBM

Karena itu Astra yakin adik Avanza-Xenia ini bisa laku keras.

Rabu, 19 September 2012, 11:48 Hadi Suprapto, Herdi Muhardi
Interior Daihatsu A-Concept, prototipe yang bakal jadi mobil murah Daihatsu Ayla
Interior Daihatsu A-Concept, prototipe yang bakal jadi mobil murah Daihatsu Ayla (Istimewa)

VIVAnews - Setelah lama dinanti, PT Astra International Tbk kolaborasi antara Toyota Motor Corporation dan Daihatsu Motor Company resmi memperkenal Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugianto kolaborasi ini bukanlah pertama kali, melainkan sejak 2003, melalui Avanza-Xenia serta Rush-Terrios.

Karena itu, kata dia, dia optimistis Toyota Agya yang berasal dari bahasa sansakerta berarti cepat dan Ayla berarti cahaya akan diterima baik oleh masyarakat Indonesia. "Ini karena sesuai kebutuhan," katanya saat acara pengenalan Agya dan Ayla, di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Rabu 19 September 2012.

Tidak hanya itu, menurut Prijono ada alasan mengapa kedua mobil ini bisa diterima masyarakat Indonesia, yakni penetrasi kendaraan yang masih kecil dan populasi masyarakat yang banyak, serta didukung perekonomian yang cukup stabil dibandingkan negara-negara lain.

Selain itu, mobil murah dan irit bahan bakar ini pernah sukses di Jepang. Daihatsu sukses membawa Mira e:S terjual hingga rata-rata 14.000 unit per bulan. Mobil ini sangat hemat bahan bakar karena untuk jarak 30 km hanya membutuhkan 1 liter bensin.

"Mobil ini dapat menjawab masyarakat terhadap keinginan mobil yang murah, dan irit bahan bakar," ujar Prijono.

Meskipun bodi kompak dan mudah dikendarai, mobil ini memiliki interior yang luas dan nyaman, serta mampu mengangkut lima penumpang.

Namun sayang, harga mobil yang akan diproduksi di Karawang, Jawa Barat, dengan jumlah komponen lokal hingga 84 persen ini belum dapat diberitahukan hingga peraturan pemerintah terhadap mobil murah diumumkan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
firmangathi
20/09/2012
DARI SEGI KEMENTRIAN INDUSTRI - MEREKA TERTAWA-TAWA BOS tinggal bagaimana insfrastruktur jalan aja'
Balas   • Laporkan
tobings
19/09/2012
Cara efektif membuat Jakarta lancar harus radikal...misalnya melarang mobil pribadi berada di jalanan selama hari kerja....jadi jangan tergoda beli mobil yang bakal gak kepakai.... :p
Balas   • Laporkan
frogman
19/09/2012
macet...tambah macet.....ppffffrrrttthhhh....
Balas   • Laporkan
ediser
19/09/2012
mestinya produk baru yg keluar, produk ramah lingkungan...atau non gasoline...hmm...tampaknya produsen otomotif tak begitu semangat mensuport pak dahlan iskan dgn mobil listriknya....
Balas   • Laporkan
k4rm4
19/09/2012
apa bisa problem macet diselesaikan gubernur baru kalo kenyataannya mobil baru keluar terus ???
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id