Kontroversi SPG Vulgar di Pameran Otomotif China

China menjadi 'surga' baru produsen otomotif dunia.

Rabu, 27 Maret 2013, 05:27 Sandy Adam Mahaputra
Pameran Auto China 2012 di Beijing
Pameran Auto China 2012 di Beijing (REUTERS/ Jason Lee)

VIVAnews - Ekonomi China memang luar biasa. Laju pertumbuhan diperkirakan kian kencang di tahun-tahun yang akan datang. Hampir semua lembaga ekonomi dunia dan analis ekonomi memperkirakan China akan menjadi negara ekonomi terbesar dunia pada tahun 2016, melampaui Amerika Serikat. Bacalah perhitungan yang dilansir Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam laporannya, seperti dilansir Financial Times, Jumat 22 Maret 2013, OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi China bakal meroket hingga 8,5 persen tahun ini dan 8,9 persen tahun depan. Padahal, tahun sebelumnya ekonomi China tumbuh paling lambat dalam 10 tahun terakhir di angka 7,8 persen.

OECD mengatakan, pertumbuhan China di angka 8 persen ini berkat berbagai perbaikan ekonomi yang dilakukan negara tersebut, seperti reformasi finansial dan peraturan keuangan yang sedang berjalan.

"Ada beberapa hal signifikan yang melambungkan China; China memiliki catatan luar biasa dalam memanfaatkan faktor-faktor kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan hal ini ditempatkan dengan baik untuk menyaingi bintang lainnya di Asia," tulis OECD dalam survei ekonomi kedua terbesarnya. (Baca: Ekonomi China Bakal Lampau AS)

Laju Sektor Otomotif

Ekonomi melaju, jumlah kelas menengah di negeri itu juga kian mengular. Kelas menengah yang membengkak itu memicu tinggi konsumsi, dalam sejumlah produk, termasuk otomotif. Dari negeri yang terseok, China menjadi 'surga' baru produsen otomotif dunia. Jumlah warga yang sanggup membeli mobil pesat meningkat.

Peluang itu tidak disia-siakan para perusahaan mobil dari berbagai negara. Mereka jor-joran menyodorkan model terbaru mulai dari yang murah hingga banderol selangit. Hampir semua produsen mobil dunia kini menyerbu negeri tirai bambu itu. Dari mobil-mobil mahal hingga yang murah, terjangkau mayoritas kelas menengah dan mereka yang beranjak ke kelas itu.

Kontroversi Para SPG

Kompetisi yang tidak terkendali di sektor otomotif itu, memacu para produsen mobil mengemas dagangan dengan rupa-rupa cara. Demi membetot perhatian orang ramai di pusat perbelanjaan, acara pameran mobil seperti sudah sepaket dengan pameran gadis-gadis cantik. Mereka berdiri di samping mobil, merayu orang-orang yang lewat, dengan pakaian yang teramat "ngirit'.

Penampilan para SPG itulah yang belakangan ini menjadi kontroversi di negeri itu. Media dan sejumlah kalangan menilai bahwa sejumlah produsen mobil tidak hanya terlampau sering memamerkan gadis-gadis belia ini, tapi juga sudah mengeksploitasi tubuh dengan busana yang kian susut.

Para model SPG vulgar seperti ini sudah menimbulkan kontroversi semenjak  Chengdu Motor Show, sebuah acara pameran otomotif, yang dihelat tahun lalu. Sebuah produsen mobil memperkerjakan seorang model wanita yang merayu dengan baju bergaya "jaring ikan."

Penampilan model yang dikenal bernama Yan Yu itu sontak membuat geger pengunjung. Tidak semua orang senang dengan model yang sempat menjuarai Miss Asia Beauty Contest 2011 di China. Sebab apa yang dilakukan telah melampaui batas norma sopan santun. Yan Yu kebanjiran hujatan dari media massa. Mereka menyebut para produsen kendaraan telah menjual 'daging', bukan mesin.

Tapi di tengah persaingan yang kian sengit, kritikan itu cuma dianggap seperti "angin ribut". Hanya perlu tiarap sejenak ketika dia mengharubiru, lalu kemudian melupakannya.

Dan kontroversi itu berlanjut dalam pagelaran Beijing International Automotive Exhibition 2012. Kali ini giliran aksi model bernama Gang Lulu yang tampil dengan baju seronok. Gang Lulu memang populer di China karena bisa menjadi model untuk foto pakaian dalam,  yang bernyali dengan pose telanjang.

Selain Gang Lulu, penampilan Li Yingzhi, seorang model untuk sebuah mobil yang tergolong mahal, juga menuai kritik lantaran tak kalah berani mempertontonkan wilayah dada. Media massa dan sejumlah kalangan terus mengecam. "Beijing Show lebih sebagai "pameran dada" ketimbang perhelatan otomotif, kata Global Times.

Menurut laporan Car News China, para model ini dibayar cukup mahal oleh para produsen mobil untuk tampil 'berani'. Bahkan, untuk model papan atas di China bisa dibayar hingga puluhan juta per tiga jam.

Reaksi Pemerintah China

Persaingan yang tidak sehat dalam ruang pameran mobil ini membuat pemerintah China berang. Mereka berupaya melarang para peserta pameran menggunakan wanita berbusana minim di ajang pameran otomotif. Jika itu tetap dilakukan, pemerintah mengancam tidak kan memberikan ijin penyelenggaraan pameran.

Tapi  sejumlah produsen tetap saja bandel. Dan kontroversi yang terbaru datang dari acara pameran mobil lokal di kota Fuzhou di Provinsi Fujian, belum lama ini.

Para model SPG dalam pameran itu menggunakan baju serta rok mini. Yang membuat heboh dan dinilai melanggar norma kesopanan, para SPG memamerkan celana dalam model G-string yang dikenakannya. Celana dalam itulah yang diprotes keras sejumlah kalangan dan warga di sana.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Otomotif China (CAAM), penjualan mobil di China awal 2013 paling banyak didominasi merek asing terutama asal Jerman, Jepang, Amerika, Korea, dan Prancis.

Studi terbaru oleh McKinsey & Co., menyatakan, penjualan mobil mewah di China akan tumbuh pesat dari 1,25 juta tahun lalu menjadi 3 juta di 2020.

Jika melihat data itu, tidak tertutup kemungkinan para produsen mobil makin gencar menghalalkan segala cara demi menambah pundi-pundi keuntungan. Terlebih lagi, pemerintah China dinilai kurang tegas untuk memberikan sanksi. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id