Ini "Raja" Kontes Modifikasi Mobil Indonesia

Hatchback Honda ini hasil racikan Signal Kustom Built.

Senin, 15 April 2013, 13:20 Sandy Adam Mahaputra, Herdi Muhardi
Jazz Future racikan Signal Kustom Built
Jazz Future racikan Signal Kustom Built (Dokumentasi Autoblackthrough)
VIVAnews - Jazz Future racikan Signal Kustom Built asal Bandung, sukses menyabet Gelar The King of Autoblackthrough Surabaya.

Acara yang berlangsung 13-14 April kemarin, membuat Jazz Future mampu mencuri perhatian pengunjung serta dewan juri, meski para rival yang masuk dalam King Nominees juga sangat mencolok dan menarik, mulai dari Toyota Celica, Mazda RX-8, dan Honda Accord.

Dengan balutan biru metalik dihias airbrush elektromagnetik, Jazz Future memangkas bagian eksterior, terutama pada bagian pilar, sehingga berwujud coupe dua pintu.

Mobil hatchback ini sangat ciamik, hal itu didukung lampu berpendar biru dan bertahtakan kerlingan Daytime Running Light, yang dihasilkan dari lampu lansiran Autovision.

Kenyamanan ternyata menjadi salah satu pertimbangan. Kondisi itu dapat dilihat pada bagian interior yang ditata serius dengan balutan kulit premium warna cokelat Wollsdorf Leather pada bagian jok.

Tidak hanya eksterior dan interior, Signal Kustom Built juga meningkatkan daya mesin, sehingga Jazz Future diklaim mampu menghasilkan performa tinggi.

"Kami telah mempersiapkan Jazz Future dengan matang untuk ABT Surabaya dengan menyempurnakan di beberapa bagian performa mesin dan detail. Kami melihat karya modifikator Surabaya memang patut diperhitungkan," kata Andre Mulyadi, modifikator Signal Kustom Built, dalam keterangan tertulis, Senin 15 April 2013.

Jazz Future juga hampir merasa ciut, ketika melihat peserta yang ada, terutama dari Honda Accord, hasil karya rumah modifikasi Auto Maxx, yang menghadirkan impresi serba motorized pada bagian pintu, kap mesin, hingga bagasi belakang.

Dengan menganut aliran elegan, mobil premium Honda lansiran 2004 itu diberikan sentuhan VIP dengan menyematkan TV layar lebar di bagian bagasi.

"Paling penting di setiap gelaran kompetisi mobil adalah peserta harus melakukan perlakuan khusus pada mobil pajangannya. Mobil modifikasi harus lah selalu bersih, baik di dalam dan di luar hingga mesin," ujar Cavin Wong, CEO and Co-Founder EDGE Werkz, juri Autoblackthrough.

Pernyataan senada juga diungkapkan Daniel Wee, juri ABT dari Graffitigarage Singapura. Menurut dia, saat penjurian, para peserta bisa bekerja sama dengan juri untuk mempresentasikan apa yang menjadi andalan di mobil modifikasinya.

"Bisa dengan layar display atau seperti di Tokyo Auto Salon, para peserta sudah menggunakan gadget seperti Tab atau iPad untuk membantu juri bisa langsung menilai," ungkap Daniel Wee. (art)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru