Nasib Mobil Murah Terkatung-katung, Tertahan di Hatta?

Mobil ini dirancang oleh desainer asal Indonesia, yakni Mark Widjaja.

Senin, 22 April 2013, 11:20 Sandy Adam Mahaputra
Mobil murah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.
Mobil murah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. (VIVAnews/Herdi Muhardi)

VIVAnews - Memasuki bulan ke empat 2013, regulasi mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) belum juga diterbitkan pemerintah.

Situasi ini membuat produsen mobil, terutama Astra Group yang telah siap menjual produknya, Daihatsu Ayla-Toyota Agya semakin cemas dan mulai merugi. Lantas bagaimana proses terakhir regulasi itu?

Pemerintah mengaku sedang merevisi draft peraturan mobil murah ramah lingkungan. Menteri Perindustrian MS Hidayat beberapa waktu lalu, mengatakan draft itu sudah ada di Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. "Menko melihat ada yang masih kurang tepat, namun saya tidak tahu pasti apa yang diubah," kata dia.

Saat ini sudah lima menteri yang memberikan paraf pada draft peraturan tersebut. Adapun Presiden belum menandatangani, karena harus diperiksa oleh Menteri Koordinator Perekonomian.

Kondisi ini otomatis membuat peraturan mobil murah ramah lingkungan kembali molor, di mana sebelumnya ditargetkan keluar paling lambat kuartal pertama 2013.

Dari semua produsen, Astra Daihatsu Motor (ADM) sepertinya paling merasakan dampak dari molornya regulasi LCGC. Mengingat, Ayla-Agya diproduksi di pabrik mereka.

ADM yang awalnya telah siap memproduksi 1.000 unit pada bulan Januari lalu, selanjutnya menjadi 2.000 unit dan 3.000 unit, harus pasrah rencananya berantakan lantaran regulasi tak kunjung terbit.

Belum lagi, perusahaan pemasok komponen lokal terpaksa berhenti beroperasi karena Ayla-Agya tidak kunjung diproduksi. Calon konsumen yang sebelumnya setia menunggu mobil itu pun mulai bosan dengan ketidakjelasan, dan memilih beralih untuk membeli mobil lain. Melihat kondisi ini, potensi kerugian yang dialami ADM ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Astra Daihatsu Motor (ADM) memang satu-satunya produsen yang sudah siap memproduksi mobil murah di Indonesia. Empat merek Jepang lain, Suzuki, Honda dan Nissan (Datsun) baru akan memulainya tahun depan.

Ayla-Agla rencananya akan dibanderol mulai dari Rp75-100 jutaan. Soal konsumsi bahan bakarnya, citycar ini diproyeksikan mencapai 22–30 km/liter.

Toyota Agya yang berarti cepat dan Ayla yang artinya cahaya, dirancang oleh desainer asal Indonesia, yakni Mark Widjaja.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
maskk
03/05/2013
"Menko melihat ada yang masih kurang tepat, namun saya tidak tahu pasti apa yang diubah,"
Balas   • Laporkan
maskk | 03/05/2013 | Laporkan
gak bisa tanya..? gak berani tanya..? gak mau tanya..??
frogman
22/04/2013
betuuuullll.......gampar aja pake duit tuh si hatta .....
Balas   • Laporkan
penonton1
22/04/2013
fulus kurang banyak. makanya ditahan. coba tampar pake duit.
Balas   • Laporkan
tobings
22/04/2013
Setuju jangan dikeluarkan...bikin Indonesia makin semrawut....permudah dan kasih subsidi untuk industry bis aje....
Balas   • Laporkan
mgm11
22/04/2013
kalo perlu jgn di terbitkan aja..makin bikin macet jakarta aja.....udah kera kera beroda 2 bikin macet...eh malah di tambah mobil murah lagi...mendingan bikin jalanan yg banyakkk pak!!
Balas   • Laporkan
frogman | 22/04/2013 | Laporkan
kera ????? menurut gue mereka itu kerbau...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id