OTOMOTIF

Tips Agar Tak Tertipu Beli Motor Bekas

Calon pembeli kerap tertarik dengan tampilan dan harga murah.
Jum'at, 3 Mei 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra
Pengunjung memilih sejumlah motor bekas
VIVAnews - Membeli motor bekas berkualitas tidak semudah yang dibayangkan. Umumnya, calon pembeli kerap tertarik dengan tampilan dan harga murah.

Namun, untuk meminangnya, diperlukan ketelitian yang jeli agar tidak merasa dirugikan si penjual. Namanya motor bekas, semua tidak bisa dijamin. Jangan sampai Anda justru menyesal dan tertipu di kemudian hari.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli motor bekas.

Pertama, cek harga pasaran. Sebaiknya lakukan cek harga motor di pasaran terlebih dahulu, bisa dari koran, majalah atau situs jual beli.

Kedua, cek nomor rangka dan mesin motor. Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.

Apabila sama belum tentu motor tersebut asli. Perhatikan lebih jelas apakah nomor rangka dan mesin motor adalah asli serta bukan ketokan kasar --biasanya penjual atau penadah motor curian mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara diketok.

Ketiga, cek kondisi fisik. Periksa kondisi seluruh bodi. Apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

Kelima, periksa kondisi oli motor dan speedometer. Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.

Pastikan speedometer tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa kilometer yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika di atas 20.000 km, dapat dipastikan banyak sekali komponen mesin yang akan segera Anda ganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Keenam, hidupkan mesin motor dan perpindahan gigi. Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1.500 rpm. Serta pastikan juga tidak ada bunyi yang kasar di dalam mesin.

Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis.

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

Ketujuh, cek rangka atau sasis motor. Perhatikan kelurusan roda motor depan dan belakang serta pastikan rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokan.

Jalankan sekitar 40 km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

Terakhir, cek kebocoran, kondisi kelistrikan, dan roda. Usahakan dapat mencoba jalankan motor lebih lama dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500 meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin.

Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau electric starter motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada permasalahan.

Lakukan pengecekan terhadap kondisi roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dan belakang. Hal ini untuk meyakinkan bahwa sasis atau rangka tidak membengkok. Motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada sasis. (art)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found