China Olah Minyak Goreng Bekas Jadi Bahan Bakar

Pemkot Bogor telah melakukannya lebih dahulu.

Jum'at, 31 Mei 2013, 11:46 Iwan Kurniawan, Herdi Muhardi
Pemerintah kota Shanghai akan menggunakan minyak jelantah untuk bahan bakar bus.
Pemerintah kota Shanghai akan menggunakan minyak jelantah untuk bahan bakar bus. (Umiwi.com)

VIVAnews Berbagai negara berlomba-lomba untuk menemukan alternatif pengganti minyak bumi sebagai bahan bakar. Salah satunya adalah pemerintah kota Shanghai, China.

Dikutip dari Car News China, Jumat 31 Mei 2013, selain memaksimalkan penggunaan gas dan listrik, pemkot Shanghai juga melakukan inovasi dengan membuat minyak goreng bekas atau minyak jelantah menjadi bahan bakar bus.

Komite Keamanan Pangan Kota Shanghai melakukan kerja sama dengan Universitas Tongji dan enam perusahaan untuk memproses minyak goreng bekas menjadi bahan bakar biodiesel. Rencananya hasil pengolahan ini akan mulai diterapkan dua tahun kedepan.

Namun, biaya mengolah minyak goreng bekas menjadi bahan bakar kendaraan diesel relatif tinggi dibandingkan gas, sehingga pemerintah bakal memberikan subsidi bagi kendaraan yang akan menggunakan biodiesel tersebut.

Profesor di Tongji School of Automotive Studies, Lou Diming, telah meneliti selama tiga tahun terakhir dan menemukan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan bahan bakar dari minyak goreng bekas.

"Di satu sisi, kami menekankan perlunya membersihkan para penimbun limbah minyak goreng. Di sisi lain, kita mencari cara yang ideal untuk menggunakan minyak goreng bekas, salah satunya adalah menggunakannya untuk bahan bakar kendaraan," ungkap Lou.

Saat ini, Lanjut Lou, timnya telah bereksperimen dengan menggunakan bahan bakar solar campuran pada lebih dari 300 taksi, bus dan truk.

Sebenarnya, penggunaan minyak goreng bekas atau disebut jelantah juga telah diterapkan di Kota Bogor, yang melibatkan Bus Trans Pakuan. Pemerintah Kota Bogor membeli minyak jelantah dari restoran-rentoran besar dan menukarnya dengan minyak goreng baru dengan perbandingan 1:8. Minyak jelantah itu dikumpulkan dan diolah untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Hanya saja, pamor penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar kendaraan kurang menyebar keberbagai wilayah termasuk di kota-kota besar. Padahal Bus Trans Pakuan di Bogor telah lama menggunakannya biodesel yang terbuat dari minyak jelantah ini. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
31/05/2013
Kenapa harus dipaksakan diolah segala, manfaatkan aja sesuai kualitasnya, klo harus diolah, biar effisien kuantitasnya harus banyak, itu yang susah krn menyangkut pengumpulan dan distribusi, sebaiknya dipakai minyak bakar aja sejenis heavy oil gitu.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id