BBM Naik, Jurus Agar Motor Matik Irit Tapi Bisa Lari Kencang

Motor tipe ini tengah populer di masyarakat.

Jum'at, 21 Juni 2013, 17:02 Sandy Adam Mahaputra, Herdi Muhardi
Mengendarai motor matik
Mengendarai motor matik (Honda)
VIVAnews - Motor matik saat ini sedang digandrungi masyarakat. Jalanan yang makin macet membuat para rider beralih dari motor bertransmisi manual, seperti motor bebek dan sport, ke transmisi otomatis.

Di tengah populernya motor matik, kini pengguna bakal dibuat sedikit repot, lantaran pemerintah akan menaikkan harga BBM subsidi, yang diperkirakan berlaku dini hari nanti.

Untuk matik yang telah dilengkapi sistem fuel injeksi, bahan bakar bukan lagi persoalan serius. Tapi, untuk tipe yang masih menggunakan karburator, matik lebih boros BBM dibanding motor bebek.

Tapi, dengan sejumlah rekayasa, ternyata motor matik (tipe karbu) bisa kencang dan irit bahan bakar. Berikut tips dari Heri, montir di bengkel "Rezeki Motor" di Jalan Palmerah Utara, Jakarta:

Pertama, bersihkan karburator secara rutin, minimal sebulan sekali. Karburator mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar, sehingga perlu bersih. Saat karburator kotor akan membuat suplai bahan bakar tersendat.

Kedua, ganti oli mesin motor secara berkala dengan jarak tempuh kurang dari 3.000 km. Dengan mengganti oli, komponen yang saling bergesekan tidak cepat aus yang bisa mengurangi kecepatan. Penggantian oli juga akan  membuat performa mesin tetap bagus dan halus.

Ketiga, gunakan bahan bakar dengan oktan tinggi, seperti Pertamax maupun Shell Super. Dengan oktan tinggi, bahan bakar cepat meletup dan terbakar sempurna. Selain itu, oktan tinggi tak banyak menimbulkan kerak pada mesin.

Agar konsumsi bahan bakar lebih irit, Heri mengatakan, pengendara tidak menghentakkan gas. Putarlah gas seperlunya dan kurangi pengereman.

Setelah motor matik Anda lebih irit, pasti ingin merasakan bagaimana cara berlarinya? Berikut tips membuat motor matik bisa berlari kencang.

Pertama, mengganti roller pada bagian dalam Continuously Variable Transmission (CVT). Karena, dengan mengganti roller, performa tarikan akan lebih bertenaga. Gantilah dengan roller standar, misalkan roller yang digunakan 11 gram, maka Anda ganti menjadi 10 gram.

Roller ini berguna untuk memberikan tekanan keluar pada variator, sehingga dimungkinkan variator dapat membuka dan memberikan perubahan lingkar diameter lebih besar terhadap belt drive, sehingga motor dapat bergerak.

Kedua, bersihkan busi, dengan begitu pada sektor pengapian akan lebih sempurna, sehingga pembakaran di ruang mesin menjadi lebih baik karena kualitas percikan busi meningkat.

Ketiga, mengganti fanbelt dengan ukuran yang lebih tebal dan keras, hal tersebut dapat membuat tarikan lebih responsif.

Keempat, mengganti koil, hal ini guna memberikan percikan api yang lebih maksimal pada pengapian.

Kelima, ganti CDI. Meski CDI standar bawaan pabrik sudah baik, ada baiknya diganti dengan merek lain yang lebih mendongkrak performa.

Keenam, kurangi bobot berlebihan, hindari pemakaian aksesori berlebihan yang dapat menambah beban saat motor berlari. Sebaliknya gunakan variasi yang lebih ringan seperti velg aluminium. (art)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wira_pamungkas
29/06/2013
Penulis artikel seakan mengajak pembaca untuk mengebut . Sungguh disayangkan , semestinya sebagai penulis ikut menyadarkan masyarakat agar lebih disiplin dan lebih berhati-hati dijalan raya.
Balas   • Laporkan
joe
22/06/2013
CEk nya cocok nya pake cdi apa ya gan? Thx
Balas   • Laporkan
joe
22/06/2013
V-Belt. Nya bagus nya pake apa ya gan? Thx
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru