OTOMOTIF

Awas, Oktan Booster Bikin Rusak Mobil Anda

Pendorong oktan bahan bakar kendaraan tengah marak digunakan.
Kamis, 4 Juli 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra
Penggunaan octane booster
VIVAnews - Tingginya harga bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax membuat penggunaan octane booster atau pendorong oktan bahan bakar kendaraan marak digunakan.

Kendati octane enhancer non-oxygenate terbukti mampu memacu peningkatan kandungan oktan bahan bakar kendaraan bermotor, campuran tersebut juga diyakini mengancam kesehatan manusia yang menghirup sisa pembakarannya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendefinisikan octane enhancer non-oxygenate adalah campuran beberapa unsur logam (organometallic) yang bisa meningkatkan nilai oktan.

Adapun, beberapa unsur logam tersebut di antaranya terdiri dari besi (Fe), timbal (Pb), dan mangan (Mn). Namun, unsur-unsur ini dikenal sangat berbahaya bagi lingkungan.

Para produsen kendaraan bermotor di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sangat tidak menyarankan penggunaan zat aditif tersebut.

Menurut mereka, selain berbahaya untuk kesehatan, penggunaan octane booster juga berdampak buruk bagi mesin dan performa kendaraan.

Indra Chandra Setiawan, Anggota Tim Transportasi, Lingkungan, dan Infrastrukstur Gaikindo, mengatakan kendaraan roda empat dewasa ini telah dilengkapi peralatan pengontrol emisi yang sangat rumit.

Salah satunya, 3-way catalyst dan oksigen sensor untuk gas buang yang mampu melakukan control closed loop sangat teliti. Dengan begitu, pencampuran octane enchancer non-oxygenated akan merusak sensor kendaraan sehingga tidak optimal.

"Sistem kendaraan ini harus bisa dijaga dalam keadaan optimal agar dapat mempertahankan emisi gas buang yang rendah sepanjang usia kendaraan," katanya.

Hal senada diungkapkan Heru Sutanto dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Menurutnya, bila senyawa tersebut digunakan pada kendaraan bermotor, hal itu akan berpengaruh buruk pada kinerjanya.

Disparitas harga antara bensin RON 92 ke atas dan RON 88 cukup tinggi. Saat ini, PT Pertamina (Persero) membanderol Pertamax (RON 92) pada harga Rp9.400 per liter, sedangkan Premium (RON 88) mencapai Rp6.500 per liter.

Dengan melihat disparitas harga tersebut, pengguna kendaraan bermotor dihadapkan pada sejumlah pilihan. Pertama, cara biasa dengan mencampur Premium dengan Pertamax. Kedua, ada pilihan lain yang mulai populer yaitu dengan menggunakan octane booster.

Hanya dengan mengeluarkan uang Rp50.000—70.000 per botol, konsumen sudah bisa mencampur suplemen bahan bakar ini ke dalam tangki. Rata-rata, berdasarkan penelusuran, satu botol octane booster bisa dipakai untuk mencampur bensin sebanyak 60 liter ke dalam tangki.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found