Mobil Murah Agya-Ayla, Menguntungkan atau Merugikan?

Kebutuhan mobil makin tinggi terutama di bawah Rp100 juta.

Selasa, 10 September 2013, 06:23 Sandy Adam Mahaputra, Herdi Muhardi
Daihatsu Ayla
Daihatsu Ayla (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Babak baru mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) telah dimulai di pasar otomotif Tanah Air. Toyota Ayla dan Agya menjadi mobil LCGC pertama yang sudah resmi dijual.

Keduanya telah dinyatakan lolos dari verifikasi (audit) pemerintah soal regulasi LCGC. mulai dari komitmen investasi APM (Agen Pemegang Merek), kandungan komponen lokal serta persyaratan teknis mobil seperti konsumsi BBM minimal 20 km/liter. Dengan begitu keduanya mendapat insentif pajak.

"Perjalanan LCGC (Ayla-Agya) cukup panjang, kami lega akhirnya lolos audit dan sudah bisa dijual," komentar Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor (ADM), Sudirman MR kepada VIVAnews, Senin 9 September 2013.

Mobil LCGC, kata dia, menjadi harapkan bagi masyarakat indonesia untuk memiliki mobil. Berkaca pada China, di mana saat pendapatan per kapita US$3.000 kebutuhan mobil makin tinggi terutama di bawah Rp100 juta. Dan buktinya, mobil dengan harga segitu cukup besar pasarnya di dalam negeri.

Saat ini Indonesia pendapatan per kapita telah mencapai US$4.000, itu artinya kebutuhan pada mobil sudah cukup tinggi namun dengan harga yang terjangkau. "Kita ingin ke depannya bukan untuk pasar lokal sajam tapi bisa ekspor juga," ujarnya.

Tapi belakangan diketahui membludaknya mobil murah jadi bumerang untuk pemerintah China. Ledakan kendaraan khususnya mobil membuat negeri Tirai Bambu itu dihadapi masalah serius, kemacetan total. Saking banyaknya, kendaraan di jalanan sudah tidak dapat lagi bergerak.

Lantas apakah masalah di China akan terjadi juga pada Indonesia?

Menanggapi hal itu, Sudirman punya penilaian lain. Menurutnya masalah kemacetan tidak serta merta karena produsen mobil terus jualan.

Dalam pembahasan awal LCGC, pemerintah sudah menekankan jika adanya mobil murah diiring dengan pembangunan infrastruktur transportasi massal dan pembenahan traffic management lalu lintas.

"Karena macet, terus kita harus stop jualan mobil. Tentu tidak seperti itu. Karena industri otomtif itu sangat menguntungkan untuk perekenomian negara. Bahkan membuka lapangan pekerjaan terutama mobil murah, karena kita mendapatkan suplai dari produsen lokal," paparnya.

Penjualan Daihatsu Ayla, lanjutnya, baru akan terlihat pada Oktober sehingga bisa dikalkulasi seberapa besar perannya terhadap total pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia yang pada periode Januari–Agustus telah menembus angka 793.973 unit.

Sudirman menargetkan penjualan Daihatsu Ayla sebesar 40 persen atau sebanyak 3000–4000 unit per bulan. Target penjualan ini, sambungnya, setara dengan produksi per bulannya di pabrik baru PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kawasan industri Suryacipta, Karawang Timur.

Dengan kapasitas produksi yang masih terjangkau sekitar 120.000 unit, maka ADM dan TAM akan melakukan produksi untuk produk Ayla dan Agya sebanyak 5.000–6000 unit.

Soal rencana ekpor Ayla baru bisa berjalan setelah permintaan konsumen dalam negeri terpenuhi baru langsung di ekspor ke beberapa Negara menengah lainnya, seperti Afrika,Filipina, dan negara lainnya. "Mungkin tiga tahun ke depan baru bisa ekspor," katanya.

Minim Fitur Keselamatan

Semua tipe Ayla diketahui tidak memiliki fitur keselamatan yang terbilang sudah cukup standar untuk mobil saat ini, yaitu airbag (kantung udara), bahkan tipe terendahnya minus AC, Audio, dan Power Steering. Berbeda dengan kembarannya, Agya di mana semua tipenya sudah pakai airbag dan power steering.

Menurut Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, alasan Daihatsu tidak memberikan AC dan Audio karena masih banyak konsumen yang ingin membeli mobil untuk hadiah dengan harga sangat terjangkau.

"Jadi ke depannya, konsumen bisa menambahkan sendiri fitur itu. Sesuai dengan budget yang dimiliknya," katanya.

Soal fitur keselamatan dan uji tabrak, Ayla diklaim sudah melalui pengetasan sesuai standar global. Baca juga: Harga Agya-Ayla Bisa Naik


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
samasaja
10/09/2013
Semakin murah mobil semakin krupuk bodynya.. semakin banyak korbannya.....(itu mobil di tes ga ya?... coba kalo mobil asemka...testnya sampe kemana2 dan malah dijegal dimana2...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru