Wapres JK Justru Anggap Kemacetan Dongkrak Penjualan Mobil

Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Wisnu Widiantoro/pras/par/16.

VIVA.co.id – Berbagai produk terbaru terus membanjiri pasar otomotif nasional yang akhirnya membuat populasi mobil di Indonesia khususnya di Jakarta terus bertambah pesat. Bahkan tak heran satu keluarga kini memiliki mobil lebih dari satu.

JK Klaim Bisa Turunkan Harga Daging Jadi Rp60 Ribu/Kg

Kondisi ini yang dituding menyebabkan jalanan di Jakarta selalu diwarnai kemacetan parah. Namun tanggapan yang terbilang kontroversial datang dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Secara tersirat JK tak terlalu menyalahkan produsen mobil dengan situasi kemacetan yang ada saat ini.

Menurut JK, mengatasi kemacetan lebih difokuskan dalam pembenahan infrastruktur jalan yang tentu melibatkan campur tangan pemerintah dan perusahaan-perusahaan otomotif. Bukan mengevaluasi kebijakan otomotif guna membatasi populasi mobil yang semakin banyak.

Sopir M44 Mogok Massal, Kuningan-Tebet Macet Total

"Sebenarnya secara statistik kemacetan itu justru menambah banyak penjualan (mobil)," kata JK saat membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis 7 April 2016.

Masih menurut JK, dulu jalanan Jakarta tidak macet karena satu keluarga hanya memiliki satu mobil. Namun kini dengan kondisi jalanan yang semakin macet justru membuat masyarakat ingin menambah jumlah kendaraan.

Wapres Imbau Hidupkan Kembali KUD

“Karena macet, terpaksa tambah mobil untuk istri jadi punya dua, jadi menambah macet lagi, tambah mobil lagi untuk anak, jadi tiga,” kata JK.

Meski demikian, JK tetap berharap semua pihak tetap mampu mengatasi kemacetan dengan mencari solusi yang terbaik.

Kendaraan bermotor melintas di jalan Jakarta di jam-jam sibuk.

Bank Dunia : Macet Jakarta Habiskan Rp39,9 Triliun

Warga Jakarta rata-rata menghabiskan waktu 3,5 jam dalam kemacetan.

img_title
VIVA.co.id
14 Juni 2016