Melirik 'Bisnis Hitam' Mobil Bekas Tabrakan Maut

Mobil bekas tabrakan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yasin Fadilah

VIVA.co.id – Mobil Bekas merupakan pilihan bagi masyarakat yang memiliki kantong pas-pasan. Namun, akhir-akhir ini banyak beredar mobil bekas yang sudah mengalami tabrakan maut lalu dibuat seperti mobil yang tak pernah cacat.

Beli Mobil Bekas di Musim Pandemi, Jangan Cuma Tergiur Harga Murah

Berdasarkan penelusuran VIVA.co.id di Jakarta Timur, salah satu penjual mobil bekas tabrakan sudah menjalankan pekerjaannya selama 18 tahun terakhir dan mendulang untung cukup besar.

"Ya kalau tidak begini kami tidak kerja," kata sumber yang tak mau disebut namanya itu di bengkel reparasi mobil di kawasan Jakarta, Kamis 26 Mei 2016.

Mobil Bekas Ini yang Tetap Dicari Pembeli, Meski Masih Pandemi

Di bengkel itu ada beberapa mobil yang sudah terlihat seperti rongsokan, bekas tabrakan yang memang sudah parah sekali.

Mobil-mobil tersebut diperoleh dari beberapa kasus kecelakaan di sejumlah kota, tidak hanya Jakarta. Bahkan ada yang berpelat nomor Kalimantan, Sumatera, dan Bali. "Kami beli antara Rp55-65 juta per unit," katanya.

Daftar Mobil Bekas Berbanderol Rp100 jutaan, Bisa Dicicil Juga Lho

Selanjutnya, mobil-mobil yang masih sangat muda itu diperbaiki. Kerangkanya dibangun lagi, bodi-bodinya dipoles sedemikian rupa hingga tak terlihat seperti bekas kecelakaan. Sedangkan mesinnya, bila terlalu parah, dia akan bongkar dan perbaiki. Bila tidak, cukup diperbaiki atau dibiarkan apa adanya.

Soal suku cadang, dia mengaku mendapat dari pasar gelap. Barang-barang ini dikirim dari beberapa kota di Indonesia. Bila tidak, dia menggunakan barang-barang kanibal yang tak mungkin diperbaiki lagi. "Lalu kami rakit lagi," katanya.

Setelah disulap, mobil yang dibeli Rp50an juta itu dijual ke sejumlah wilayah di Indonesia. Harga mobil itu menjadi Rp10-15 juta di bawah harga pasar. Jadi misalnya, harga Daihatsu Terios tahun 2012 Rp125 juta, harga mobil rekondisi ini cuma Rp110-15 juta.

"Kami lebih suka melempar barang-barang ini ke luar Jawa," katanya. Alasannya, banyak pembeli pemula yang tak tahu mesin dan banyak pula pembeli yang tak sadar dengan sejarah mobil tersebut. (ase)

Baca juga:


Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya