Alasan Mengapa Ban Mobil Harus Diperiksa Tiap Bulan

Ilustrasi pelek dan ban mobil.
Sumber :
  • Webcartop

VIVA.co.id – Dari semua komponen yang ada pada mobil, bagian ban sering luput dari pemeriksaan. Padahal, ban mobil disarankan selalu diperiksa kurang lebih satu bulan sekali.

Libur Nataru, Ngebut di Jalan Tol ini Siap-siap Ditilang

Hal ini disampaikan Assistant Chief Original Equipment Technical Service Bridgestone Indonesia, Ahmad Nuril, saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Menurut Ahmad, angin merupakan roh bagi ban. Oleh karenanya, tekanan angin harus selalu diperiksa, apakah kurang atau terlalu tinggi tekanannya.

Catatan Buat Orang Tua, 4 Bahaya Meninggalkan Anak di Dalam Mobil

“Karena tekanan angin tidak pas, efeknya tidak bagus pada ban. Seharusnya usia ban sampai 60 ribu kilometer atau sekitar tiga tahun. Karena kurang perawatan, bisa jadi umur ban hanya dua tahun atau kurang,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Tekanan angin harus disesuaikan dengan standar yang ditetapkan, seperti yang tercatat di bagian pintu depan bagian dalam mobil.

Mengenal Forged Piston, Teknologi Unggulan Yamaha Adopsi dari MotoGP

Jika tekanan angin terlalu tinggi, maka hal itu bisa membuat ban bagian tengah cepat habis. Sedangkan jika tekanan angin kurang, maka hal ini akan membuat bagian sisi ban cepat aus.

Keausan ban bagian tengah atau samping, keduanya sangat berbahaya, baik untuk diri sendiri maupun pengendara lainnya

Selain tekanan angin, pemeriksaan ban yang harus dilakukan yaitu mengecek kedalaman alur ban dan tampilan ban.

“Ban itu ada telapaknya, dan alur itu memiliki fungsi yang sangat vital. Jadi, selain membantu pengaliran air saat kondisi hujan, alur ini juga dapat meredam kebisingan,” jelasnya.

Sedangkan tampilan ban harus diperhatikan, karena bagian kaki-kaki bersentuhan langsung dengan aspal atau tanah yang kerap tidak rata.

“Apakah kena paku atau besi, atau menyerempet trotoar. Ban juga bisa tergores, karena terbuat dari karet,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya