Ada Dua Pihak yang Berhak Produksi Mobil Esemka

Mobil Esemka.
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq

VIVA.co.id – Mobil nasional yang dipopulerkan oleh Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, tidak lama lagi akan diproduksi secara massal di Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah mengeluarkan izin untuk produk Esemka.

Nekat Mudik, Tiga Pemuda Ini Dikarantina di Eks Pabrik Esemka

Untuk proses produksi, diketahui Esemka akan dibuat di dua pabrik berbeda. Satu berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah, dan satu lagi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Yan Sibarang Tandiele, PT Esemka dan PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) telah melakukan perjanjian untuk mengajukan NIK (nomor identifikasi kendaraan) terkait pembuatan mobil Esemka terbaru itu.

Mobnas Vietnam Siap Mendunia, Esemka Bagaimana?

"Ada perjanjian antara Esemka dan ACEH untuk mengalihkan perakitan. Memberikan kewenangan kepada ACEH untuk merakit," kata Yan saat ditemui VIVA.co.id di Kemenperin, Kamis 14 Juli 2016

Dalam pengajuan itu, kata Yan, disepakatai bahwa ACEH berhak memakai nama Esemka untuk kendaraan yang akan mereka produksi.

3 Mobil Buatan Anak Bangsa yang Tak Kunjung Diluncurkan

"Syaratnya harus punya merek. Mereknya kan Esemka. Jadi ada kesepakatan, Esemka memberikan kewenangan kepada ACEH untuk merakit produksi mobil," jelasnya.

Untuk produk pertama yang akan diluncurkan, yakni Esemka Adia, ACEH akan menggunakan fasilitas milik produsen mobil asal Tiongkok, Geely, yang ada di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

"Kami terbitkan NIK atas nama ACEH untuk Adia. Saat ini sudah sampai tahap purwarupa. Mereka sekarang sedang mengusulkan untuk diproduksi di Bogor, Jawa Barat," ungkapnya.

Sedangkan untuk pabrik yang di Boyolali, Jawa tengah, nantinya akan dipusatkan untuk memproduksi mobil buatan PT Esemka.

"Itu untuk produksi mobil Esemka di sana. Yang di Bogor itu ACEH yang produksi. Karena NIK diberikan berdasarkan lokasi juga. Di sini tertulisnya seperti itu," katanya.

Namun, bisa saja pabrik Boyolali digunakan juga untuk membuat Adia. Untuk bisa melakukan hal tersebut, tentu ACEH harus memenuhi syarat tertentu.

"Dirakitnya di mana saja, bisa di pabrik mana pun. Kalau Boyolali, sebelum ACEH menggunakan di sana, harus daftar lagi ke kita. Soalnya kan sudah terdaftar untuk PT Esemka yang di sana," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya