TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Mimpi Mitsubishi Masuk Tiga Besar di Pasar Mobil Penumpang

Di pasar mobil penumpang, Mitsubishi hanya pemain kecil.
Mimpi Mitsubishi Masuk Tiga Besar di Pasar Mobil Penumpang
Mitsubishi XM Concept. (VIVA.co.id/Jeffry Yanto)

VIVA.co.id – Mitsubishi lewat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) tampak cukup serius membidik pasar mobil penumpang di Indonesia. Bahkan KTB membidik posisi tiga besar dalam beberapa tahun ke depan.

Berbagai langkah telah dipersiapkan Mitsubishi untuk dapat mewujudkan mimpinya tersebut. Mulai dari peluncuran tagline baru ‘Brand New Day’, mempersiapkan mobil barunya small MPV, hingga menunjuk brand ambassador baru.

"Mitsubishi selama bertahun-tahun dikenal sangat kuat di kendaraan niaga. Nah, kami sekarang menargetkan menjadi pemain utama di passenger car," kata Irwan Kuncoro, Operating General Manager of Sales and Marketing KTB.

Meski tak berani memastikan detail kapan target mampu masuk tiga besar di pasar mobil penumpang bakal terwujud, namun KTB memastikan pada 2018 semua produksi mobil-mobil andalan Mitsubishi telah berjalan sempurna sehingga menjadi hal realistis jika target ini dicanangkan setelah tahun 2018.

Ironisnya, Mitsubishi saat ini terbilang masih pemain kecil untuk pasar mobil penumpang. Hadir dengan lima line-up yakni Pajero Sport, Outlander, Mirage, Delica, dan Triton, Mitsubishi hanya menguasai market share kurang dari 4 persen.

Sebagai catatan, untuk posisi tiga besar merek otomotif mobil penumpang saat ini masih dipegang Toyota, Honda dan Daihatsu. Toyota menjadi yang teratas dengan pangsa pasar 32,8 persen, Honda 20,6 persen, dan Daihatsu 16,8 persen.

Namun tampaknya, Mitsubishi Indonesia sangat pede dengan bakal meluncurnya small MPV yang saat ini dipajang di GIIAS 2016 sebagai mobil konsep. Targetnya, mobil ini akan diproduksi sebanyak 80 ribu unit pertahun dimana untuk pasar domestik sebanyak 60 ribu unit dan ekspor 20 ribu unit.

"Dengan masuk ke pasar segmen small MPV yang besar, kami menargetkan pangsa pasar mobil penumpang Mitsubishi Indonesia ikut meningkat jadi 3 kali lipat dari yang saat ini yang kurang dari 4 persen," kata Irwan.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP