TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Teknologi Mobil Otonom Masih Jauh dari Indonesia

Indonesia masih fokus untuk memperbaiki emisi gas buang ke tahap Euro4
Teknologi Mobil Otonom Masih Jauh dari Indonesia
Mobil autonomous Mercy yang terparkir di sisi jalan. (Jalopnik)

VIVA.co.id – Di belahan benua Eropa, sejak 2015 lalu sudah sibuk memamerkan mobil dengan konsep otonom, yaitu mobil yang bisa mengendalikan sendiri. Teknologi ini ditampilkan, karena digadang-gadang sebagai kendaraan masa depan dari beberapa pabrikan, seperti Mercedes-Benz, karena mobil tanpa sopir ini kabarnya sudah mulai diproduksi pada 2020.

Namun, jangan berharap teknologi ini bisa ditemukan pada hajatan otomotif di Indonesia. Mobil otonom tak dipamerkan sebagai mobil konsep, karena saat ini Indonesia masih fokus untuk memperbaiki emisi gas buang ke tahap Euro4.

Menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoy, untuk kendaraan di Indonesia tak perlu teknologi yang muluk-muluk dulu. Hal utama yang perlu dikejar pada teknologi otomotif di Indonesia adalah perbaikan pada sumber tenaga. "Sudahlah kita bicara Euro4 dulu," ujarnya di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Minggu, 21 Agustus 2016.

"Kami saat ini kejar Euro4 dulu. Tapi kami tetap mengimbau untuk bisa lari ke green technology, karena green technology sangat dibutuhkan di Indonesia," tuturnya.

Menurutnya soal green technology memang menjadi fokus perkembangan industri otomotif di Tanah Air. "Ini sudah kita bicarakan kemarin, bahkan ada meeting terakhir minggu ini yang membicarakan mengenai Euro4, karena mau enggak mau kalau kita mau green technology, harus menggunakan Euro4," katanya.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP