TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Aman Mengendarai Motor di Tengah Kabut Asap

Gunakan alat pelindung yang sesuai.
Aman Mengendarai Motor di Tengah Kabut Asap
Kabut asap di Kalimantan Tengah. (ANTARA/Saptono)

VIVA.co.id – Meski sebagian wilayah di Pulau Jawa mulai turun hujan dengan intensitas lebat, namun mereka yang tinggal di beberapa wilayah di Sumatera justru harus berjibaku dengan kabut asap.

Kebakaran hutan yang melanda Provinsi Riau dan Sumatera Selatan setiap tahun membuat banyak daerah di wilayah tersebut diselimuti asap.

Hal ini tentu mengganggu aktivitas warga sehari-hari, terutama pengguna jalan. Masker menjadi benda yang wajib dikenakan, jika mereka tidak ingin terserang penyakit pernapasan.

Dilansir dari Paultan, Selasa, 30 Agustus 2016, banyak pengendara motor memakai masker murah yang umum tersedia di apotek dan rumah sakit. Sayangnya, masker ini tidak efektif menyaring partikel berbahaya yang terkandung di asap.

Salah satu masker yang disarankan digunakan saat bepergian di tengah kabut asap adalah masker yang memiliki sertifikasi N95. Masker jenis ini bisa menyaring partikel berbahaya hingga 95 persen.

Kode untuk masker dibagi menjadi tiga, yakni N, P dan R. N berarti masker tersebut tidak boleh digunakan di tempat yang banyak mengandung oli. Tipe P bisa dipakai di tempat yang mengandung oli, namun tidak disarankan untuk digunakan dalam waktu lama.

Sementara R adalah tipe masker yang benar-benar tahan oli. Oli diketahui dapat mengurangi tingkat efektivitas penyaringan udara, sehingga perlu adanya pembagian tipe masker.

Dua angka berikutnya dipakai sebagai tingkat efektivitas penyaringan. Jadi, N95 adalah masker yang bisa menyaring 95 persen partikel berbahaya, namun mudah rusak jika terkena oli.

Selain masker, alat pelindung lain yang disarankan dipakai oleh pengendara motor adalah kacamata. Sebaiknya mata tertutup rapat, agar tidak mudah iritasi terkena asap.

Namun, kaca helm juga bisa dipakai, asalkan tidak dalam jangka waktu yang lama. Saat mata terasa perih, segera bilas dengan air dan periksakan ke dokter.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP