TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Perawatan Sederhana Knalpot Racing pada Motor

Knalpot racing diaplikasi karena dapat dongkrak performa.
Perawatan Sederhana Knalpot Racing pada Motor
Yamaha R1 dengan knalpot Termignoni (Autoevolution)

VIVA.co.id – Bagi Anda pencinta kecepatan di jalan raya, mengganti knalpot aftermarket full sistem sepertinya sudah menjadi keharusan yang patut dilirik. Hal ini karena knalpot racing dapat mendongkrak performa sepeda motor Anda.

Menurut Bayu Marahimin, Manajer Servis bengkel resmi Suzuki roda dua mengatakan, orang yang mengganti knalpot racing biasanya menginginkan tunggangannya terdengar lebih sangar di jalanan. Selain itu, karena tujuan utamanya agar saluran pembuangan lebih lancar, sehingga dapat membantu menaikkan perfoma.

“Baik dua-tak maupun empat-tak jika menggunakan knalpot racing dipastikan setting-an karburator akan diubah untuk menyesuaikan pemasukan bensin. Tapi, kalau motor itu injeksi jelas tidak perlu,” ujarnya saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat 9 September 2016.

Lantas, apakah perlu perawatan khusus terhadap knalpot racing?

Ia mengatakan, untuk motor dua-tak memang perlu perawatan, tapi itu hanya sekadar mengganti gaspul beberapa bulan sekali. Menurutnya, untuk gaspul yang warna putih memang lebih cepat habis ketimbang yang kuning. Menurut Bayu, knalpot racing zaman sekarang sudah tidak ada yang menggunakan gaspul meski untuk motor dua-tak sekalipun.

“Karena knalpot aftermarket yang banyak dijual sekarang teknologinya sudah canggih,” tuturnya.

Terlebih  bagi Anda pengguna motor empat tak yang menggunakan knalpot racing. “Justru knalpot racing empat-tak itu lebih safety, karena gas buangnya lebih bersih dan penggunaan teknologinya lebih canggih,” katanya.

“Dulu knalpot empat-tak memang sempat menggunakan gaspul karena suara yang dihasilkan bisa lebih diredam dan ngebas. Tapi, sekarang beberapa aftermarket hanya bermain di sekatan dan teknologi saja, jadi tidak perlu ada perawatan khusus,” tuturnya.

Kata dia, jika motor tersebut sudah menggunakan knalpot racing hanya yang perlu dilakukan pengecekan ringan saja. “Paling kalau untuk motornya sendiri hanya butuh pengecekan baut pada header saja ada yang kendur atau tidak, karena getarannya lebih besar,” tuturnya.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP