TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Penjualan Seret, Honda Bakal Permak Mega Pro?

Penjualan Mega Pro kurang meriah.
Penjualan Seret, Honda Bakal Permak Mega Pro?
Honda Mega Pro. Pelanggan setia menunggu edisi terbaru. (Honda)

VIVA.co.id – Penjualan sepeda motor pada Agustus tahun ini, terlihat lebih moncer dibandingkan bulan sebelumnya. Dari data dari Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor Agustus, melonjak 72,8 persen sehingga mencapai menjadi 527.536 unit.

Penjualan terbanyak masih didominasi oleh pabrikan asal Jepang, Honda yang mengukir angka penjualan 388.847 unit, atau sekitar 80 persenan dari total penjualan.

Namun, ada yang sedikit menarik, dari sekian banyak dominasi penjualan Honda, terdapat beberapa motor yang saat ini mulai sedikit pemesanan. Salah satunya Mega Pro yang hanya menjual 150 unit secara nasional.

Motor sport bergaya street fighter dengan kapasitas 150cc itu harus rela ketika zaman lebih menghendaki motor skuter matik (skutik). Hal itu diperparah dengan kehadiran CB150 Streetfire menjadi pesaing. Lantas, adakah niatan Honda untuk memperbaharui motor ini?

Menanggapi hal itu, Deputy Head Corporate Communication Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbudin mengatakan, dengan tipisnya penjualan motor Mega Pro, pihaknya belum akan memperbaharui motor itu.

"Masih kami pasarkan motornya, karena kan kita menyesuaikan permintaan. Di market, kita tetap melanjutkan untuk memasarkan Mega Pro. Kami masih melihat respon dari masyarakat itu seperti apa. Sejauh ini masih dipertahankan," kata Muhib kepada VIVA.co.id, Jumat 16 September 2016.

Saat ditanyai penyebabnya, Muhib mengatakan salah satu faktor yang menempel karena image motor mega pro yang kental dengan motor PNS.

"Mungkin ada faktor itu. Mega pro kan motor sport yang posisinya dibawah CB150R streetfire. Kita tidak kurangi produksi juga, tiap produksi berdasarkan market," ujar dia.

Sementara itu, dengan adanya motor CB150R, kata dia, pihaknya tidak melihat segmen Mega Pro 150cc terusik dengan adanya motor tersebut. "Bukan karena itu juga, karena kan masing-masih produk memiliki segmen tersendiri. Jadi, tidak terganggu," katanya. (asp)

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP