TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Ban Cacing Buat Harian, Salah Kaprah Modifikasi Motor

Ban jenis ini tak dianjurkan untuk digunakan harian.
Ban Cacing Buat Harian, Salah Kaprah Modifikasi Motor
Contoh modifikasi buruk ban cacing. (www.welovehonda.com)

VIVA.co.id – Sebagian pemilik sepeda motor melakukan modifikasi, agar tunggangannya tampil beda. Salah satu modifikasi yang kerap dilakukan adalah melakukan ubahan pada sektor kaki-kaki. Untuk model skuter matik (skutik) dan underbone, acapkali ditemukan modifikasi mengaplikasikan ban kecil, alias ban cacing. Beberapa motor sport, juga terlihat tak sedikit memakai ban tersebut.

Hal itu dilakukan dengan alasan beragam, mulai dari ingin tarikan motor lebih enteng, hingga menganggap ban cacing dapat mendongkrak penampilan.

Namun pada kenyataannya penggunaan ban cacing pada sepeda motor sangat membahayakan keselataman, bila digunakan untuk aktivitas harian.

Menurut mekanik bengkel Sunda Jaya Motor, Ardhani, penggunaan ban cacing pada motor bisa membuat kendaraan tak stabil hingga berpotensi besar tergelincir. "Kalau ban kecil itu bahaya, kalau ban standar itu kan sudah ada ukurannya, yang ban kecil enggak ada. Bisa jadi, enggak stabil motornya," kata Ardhani saat ditemui VIVA.co.id di Jakarta, Selasa 20 September 2016.

Selain itu, motor yang menggunakan ban cacing juga meningkatkan risiko kecelakaan. Motor dengan ban kecil, kemungkinan tak bisa menahan bobot motor dan bobot pengendara. Otomatis, ketika ada jalan bergelombang dan terjal akan kehilangan keseimbangan dan bisa mengakibatkan kecelakaan.

"Terus, ban juga bisa meledak, karena bahan ban kecil terlalu tipis, sehingga kekuatan pada ban itu enggak ada dan bisa mengakibatkan kecelakaan," ungkapnya.

Menurut dia, ban berukuran kecil biasanya digunakan dalam waktu-waktu tertentu, yakni saat balapan di trek lurus. Namun, hanya bisa digunakan satu kali. "Ban kecil boleh buat drag race, itu juga ban khusus ukurannya 60/80, ada 60/90, jadi komponennya beda. Sekali jalan saja, tetapi di area jalan begitu enggak bisa, karena berbahaya," katanya. (asp)

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP