TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Efek Buruk Potong Per Shockbreaker Agar Terlihat Ceper

Memotong per shockbreaker dilakukan sebagian orang beranggaran minim.
Efek Buruk Potong Per Shockbreaker Agar Terlihat Ceper
Aliran modifikasi ceper. (Youtube)

VIVA.co.id – Bagi pencinta modifikasi lower, mobil berpenampilan ceper nampaknya sudah menjadi menu wajib. Untuk memuluskan rencana, beberapa modifikator memilih mengganti per dengan ukuran yang lebih pendek, atau menyematkan air suspension agar saat digunakan harian mobil masih tetap nyaman.

Tapi, bagi sebagian orang dengan anggaran terbatas, jalan alternatif untuk memendekkan ground clearance yakni memotong beberapa ulir per standar pabrikan. Jika sudah begitu apakah mobil dirasa masih nyaman saat digunakan?

Menurut Rully Adam Mangapul, General Manager Ohlins Indonesia, kondisi tersebut sudah pasti tidak nyaman, karena spring atau per itu sudah ditimbang dan diukur dari pabrikannya. Ukuran per itu disebut spring rate yang mempunyai satuan newton.

“Satuan newton itu yang membedakan tingkat kekerasan dan kelembutan per. Kalau sampai dipotong ukuran jadi tidak sesuai lagi dengan kebutuhan shockbreaker-nya,” ujarnya saat ditemui VIVA.co.id, di Kantor Ohlins Indonesia, Menteng, Jakarta, Selasa 20 September 2016.

Ia mengatakan, per yang dipotong jelas kemampuan redamannya jadi berkurang, karena tidak sesuai dengan shockbreaker-nya. “Jadi untuk tingkat kenyamanan jelas tidak ada, cuma sekadar penampilan saja, itu pun bagi orang yang budget-nya minim,” kata dia.

Menurutnya, hal itu tentu tidak akan dilakukan oleh kalangan berkocek tebal, di mana penggantian shockbreaker aftermarket-lah yang akan dipilih mereka.

Hal berbeda dikatakan Alek Karnadi, penggawa Babe Shockbreaker. Kata dia, jika per dipotong masih dibatas normal, itu tidak berpengaruh banyak pada tingkat kenyamanan.

“Kalau dari ukuran standar hanya turun empat sentimeter itu masih nyaman, tapi dengan catatan pelek itu harus sesuai standar ukuran pabrik,” ujarnya saat berbincang dengan VIVA.co.id di Jalan Hj. Nawi, Jakarta, Selasa, 20 September 2016.

Babe panggilan akrabnya mengatakan, kalau lebih dari empat sentimeter, rasa tidak nyaman pasti akan hinggap. Hal itu lantaran gerak naik-turunnya shockbreaker jadi semakin sempit, sehingga otomatis semakin cepat gerakannya dan pasti menjadi lebih keras.

“Risiko lain kalau per dipotong itu, jika ingin mobil dikembalikan standar lagi untuk mencari per standar itu rada-rada susah, sebab rata-rata dijual satu set dengan suspensinya,” tuturnya.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP