TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Suspensi Mobil Bunyi 'Jedak-jeduk', Gejala Apa?

Suspensi meredam kejut dan atur beban, serta 'gigitan' ban pada aspal.
Suspensi Mobil Bunyi 'Jedak-jeduk', Gejala Apa?
Shockbreaker mobil (VIVA.co.id/Jeffry Yanto)

VIVA.co.id – Salah satu pendukung kenyamanan saat berkendara adalah bagian suspensi. Peranti ini berfungsi sebagai peredam kejut yang mengatur beban dan 'gigitan' ban pada aspal.

Menurut Alek Karnadi, penggawa Babe Shockbreaker, ciri-ciri suspensi rusak bisa dirasakan, jika mobil sedang berjalan. Terutama, dari bantingan mobil dirasa sudah keras, handling berubah dari biasanya, dan ada suara-suara ‘jedak-jeduk’ dari kaki-kaki.

Ia mengatakan, patokan usia kapan pergantian shockbreaker, atau suspensi sebenarnya tidak ada, karena semua tergantung pada pemakaian. Shockbreaker akan cepat rusak, jika pemakaian mobil tidak sesuai tempatnya. Bunyi berisik, seperti ‘jedak-jeduk’ pada suspensi sendiri biasanya datang dari oli shockbreaker yang kurang, atau sudah menjadi encer.

“Untuk mobil sedan, sering digunakan melewati jalanan rusak tidak baik, kecuali SUV (Sport Utility Vehicle) yang memang memiliki shockbreaker lebih tangguh. Yang jelas, kalau suspensi bikinan dalam negeri itu potensinya lebih besar dibanding buatan Jepang dan Eropa yang lebih awet,” ujarnya, saat ditemui VIVA.co.id, Rabu 21 September 2016.

“Kalau kerusakan memang sering terjadi pada shockbreaker, karena banyak komponen yang bekerja di dalamnya seperti oli, gas dan seal,” tuturnya.

Hal berbeda, jika komponen yang rusak merupakan bagian pernya saja, karena peranti itu bisa dilakukan pergantian. Yang penting, kata dia, kondisi shockbreaker masih prima. “Bisa juga diganti per yang kualitasnya lebih rendah, atau KW kalau terganjal dana, karena fungsi utama yang berperan tetap shockbreaker,” katanya.

Dia menganjurkan, sebaiknya jika suspensi dirasa sudah tidak enak digunakan, segera bawa ke bengkel untuk dilakukan pengecekan. Sebab, apabila sudah rusak namun diabaikan, akan menimbulkan masalah lainnya pada sektor kaki-kaki.

“Tie rod, long tie rod, arm, ring stabil, engine mounting itu bisa kena semua, jika suspensi dibiarkan rusak dan mobil masih sering digunakan jalan. Yang pada akhirnya kerusakan akan merembet ke semua part kaki-kaki,” tuturnya. (asp)

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP