TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Pajak Sedan Turun, Pemasukan Negara Justru Bertambah?

Gaikindo usul pajak mobil diturunkan, dari 30 persen jadi 10 persen.
Pajak Sedan Turun, Pemasukan Negara Justru Bertambah?
Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih menunggu kajian yang sedang dilakukan Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), perihal permintaan penurunan tarif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil jenis sedan.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Yan Sibarang mengungkapkan, pemerintah akan mendalami usulan penurunan tarif pajak mobil sedan, bila diajukan secara resmi oleh Gaikindo.

"Kita tunggu saja. Kalau ada (permintaan resmi), akan kita kaji, karena ini kan menyangkut kebijakan," kata Yan saat dihubungi VIVA.co.id di Jakarta, Kamis 22 September 2016.

Menurutnya, Gaikindo harus memastikan dampak dari kebijakan penurunan tarif pajak mobil sedan ke depannya. Sebab, hal tersebut akan memengaruhi pemasukan negara.

"Kalau kita menurunkan pajak 30 menjadi 10 persen, pasti ada kehilangan yang dialami negara. Tapi, kita harus yakinkan, menghilangkan sekian malah mendatangkan yang lebih besar," ungkapnya.

Ia mengakui, sulitnya pasar mobil sedan berkembang di Indonesia lantaran tarif pajak tidak seimbang dengan kendaraan roda empat jenis multi purpose vehicle dan hatchback. Namun, penurunan tarif pajak tidak bisa jadi solusi satu-satunya.

"Namanya program, pasti ada hitung-hitungannya. Kita tunggu saja dulu usulan mereka (Gaikindo)," kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gaikindo melihat pasar ekspor mobil jenis sedan terbuka luas. Hal ini dilihat dari jumlah kendaraan yang diekspor oleh Thailand setiap tahunnya, yang didominasi oleh jenis sedan.

Sekadar perbandingan, ekspor mobil Indonesia ada di angka 200 ribu unit setiap tahunnya, sementara Thailand mencapai 800 ribu hingga satu juta unit.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP