TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Ini Mobil Bekas yang Paling Banyak Diburu

Mobil keluarga masih jadi primadona masyarakat.
Ini Mobil Bekas yang Paling Banyak Diburu
Toyota Avanza (TAM)

VIVA.co.id – Mobil keluarga masih jadi primadona masyarakat di Tanah Air. Sebab, MPV dianggap memiliki kapasitas besar dan sanggup membawa banyak penumpang, cocok dengan budaya Indonesia yang suka berkumpul.

Salah satu mobil keluarga yang tak lekang waktu itu Toyota Avanza, yang sampai saat ini masih digandrungi berbagai kalangan.

Bukan hanya model terbarunya saja yang laris, mobil berstatus bekas pakai pun masih jadi buruan masyarakat. Alhasil, harga yang tercipta di pasar mobil bekas pun masih tinggi. Meski demikian, peminatnya pun masih banyak.

Berdasarkan data penjualan mobil bekas terbesar di Jakarta, Mobil88 dan WTC Mangga Dua, Avanza bekas masih jadi merajai penjualan mobil bekas, sejak 2004.

“Penjualan kami bertumpu pada Toyota Avanza, kontribusinya sekitar 30 persen,” kata Chief Operating Officer Mobil88, Halomoan Fischer kepada VIVA.co.id, Jumat 30 September 2016.

Dari bebagai merek MPV yang beredar di jalanan, Avanza ini masih memiliki harga jual cukup tinggi. Avanza 2015 misalnya, harga jualnya masih di kisaran Rp170 juta. Sementara untuk di kelas yang sama, harganya terus merosot tajam.

"Harga jual kembalinya bagus juga, cepat laku," katanya.

Toyota Avanza di pegunungan Jawa Tengah

Dia mengatakan, di antara penjualan Avanza itu, tipe G Manual masih merajai, yakni sekitar 40 persen.

Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih juga mengatakan, Avanza masih jadi mobil mobil terlaris di tempatnya. “Masih Avanza yang paling laris, bisa menyumbang 20 persen,” ujar dia.

Mobil ini cepat laku karena terjangkau, maka itu peminatnya tetap  banyak. Lapang dan lega juga jadi salah satu asalan konsumen membelinya.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mobil Bekas se-Jabodetabek Agustono mengatakan, ada beberapa alasan kenapa Toyota Avanza tetap dilirik pedagang mobil bekas.

Pertama, karena mobilnya memiliki harga purnajual tinggi, kedua masih banyak yang cari, dan ketiga suku cadangnya murah dan mudah dicari. "Itu tiga alasannya,” kata Agustono.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP