TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Ada Ganjil-Genap, Orang Kaya Justru Punya Banyak Mobil? 

Sejauh ini volume kendaraan diklaim turun di Jakarta.
Ada Ganjil-Genap, Orang Kaya Justru Punya Banyak Mobil? 
Peraturan Ganjil/Genap Resmi Diberlakukan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

VIVA.co.id – Penerapan sistem ganjil-genap diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengantisipasi kemacetan di ibu kota. Namun sejumlah pihak menyebut jika penerapan ini bisa saja berpengaruh pada penjualan mobil. Sebab bagi kalangan mampu, mobil merupakan kendaraan prioritas untuk menemani mobilitas mereka.

Artinya, apakah dengan adanya ganjil-genap justru membuat masyarakat mampu membeli mobilnya dengan pelat berbeda?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto mengatakan, hingga kini kepolisian belum terfokus terhadap naiknya volume mobil di Indonesia. Menurutnya, efek yang ditimbulkan oleh ganjil-genap saat ini justru mengurangi volume kendaraan.
 
"Kita belum sampai ke sana, analisa dan evaluasi kita saat ini masih mengarah ke perbaikan waktu tempuh yang menurun hingga 19 persen, dan penurunan penggunaan kendaraan dari mobil pribadi ke angkutan umum yang mencapai 10 persen," kata Budiyanto kepada VIVA.co.id.

Meski demikian, Budiyanto tidak menyangkal bahwa peraturan ganjil-genap akan berpengaruh terhadap naiknya volume kendaraan yang beredar khususnya untuk wilayah DKI-Jakarta dan sekitarnya. "Namun, bisa saja terjadi kenaikan kendaraan apabila penerapan ini terus berlangsung. Tapi kami belum analisa ke sana," ujar dia.
 
Terpisah, Marketing and Customer Relation Head Division PT Astra Daihatsu Motor Hendrayadi Lastiyoso mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan dampak kebijakan ganjil-genap akan mendorong naiknya penjualan mobil.
 
“Kami belum melakukan analisa dampak ganjil-genap, karena rasanya masih terlalu dini untuk membuat analisanya saat ini, mengingat kebijakannya baru berjalan selama sebulan dan masyarakat juga belum tahu banyak tentang kebijakan tersebut,” kata Hendrayadi.

Dalam waktu dua bulan ini, Hendrayadi menuturkan penjualan Daihatsu meningkat bukan karena efek kebijakan ganjil-genap. Melainkan dikarenakan adanya produk baru, Daihatsu Sigra. “Itu bukan karena ganjil-genap, tapi karena munculnya brand baru kami, Sigra,” ujar dia.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP