TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Motor 'Korekan' Ternyata Bikin Oli Cepat Habis

Ada risiko tersendiri yang harus ditebus mahal pelakon motor korekan.
Motor 'Korekan' Ternyata Bikin Oli Cepat Habis
Ilustrasi. Jurnalis melakukan test ride motor sport matic terbaru Yamaha NMAX 150 saat peluncurannya di Sirkuit Sentul, Bogor, Jabar, Selasa (10/2/2015). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

VIVA.co.id – Berbagai cara dilakukan para pemilik motor untuk meningkatkan performa kendaraannya. Maklum, sebagian orang tidak merasa puas dengan performa sepeda motor standar keluaran pabrikan. 

Sejumlah alasan menjadi pertimbangan, di antaranya agar membuat motor lebih responsif saat digunakan keadaan darurat seperti telat ke kantor dan lain sebagainya.

Alhasil banyak cara dilakukan penggemar roda dua, mulai dari pasang komponen aftermarket racing hingga melakukan bore-up alias korek mesin. Namun, ternyata bore-up juga bukan tanpa risiko, diketahui bore-up juga memiliki sisi kerugian yang tentunya akan membuat motor cepat rusak. Lantas, apa saja kerugiannya?

General Manager Service dan Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Muhammad Abidin mengatakan, salah satu efek yang akan ditimbulkan ketika bore-up yaitu cepat berkurangnya volume oli mesin. "Bore-up efek buruknya jangka pendek tidak terlihat. Biasanya baru diketahui efeknya itu di 2.000 kilometer setelah bore-up, volume oli akan berkurang cepat," kata Abidin kepada VIVA.co.id, Selasa 11 Oktober 2016.

Selain itu, menurut Abidin, efek lain yang akan ditimbulkan apabila melakukan bore-up yaitu pori-pori dinding silinder akan lebih besar sehingga membuat oli tidak mudah tersapu oleh piston ring. "Kalau dinding silinder asal pabrik lebih halus untuk menjaga konsumsi oli yang terbakar. Jika dibore-up, pori-pori dinding silinder lebih besar sehingga oli tidak mudah tersapu oleh piston ring. Jika secara periodik, oli akan mudah terbakar dan oli akan mudah berkurang," ujar dia.

Jika sudah mengalami kedua hal tersebut, kata dia, dampaknya akan membuat mesin motor overheat ataupun piston macet. "Dampaknya parah, jika lupa mengontrol volume oli, pendingin mesin juga akan bermasalah. Dampak buruk bisa overheat ataupun piston macet," tutur dia. 

Untuk itu, ia menyarankan agar motor tidak dilakukan bore-up. Ada beberapa alternatif lain yang disarankan, seperti mengganti komponen dengan cara yang lebih aman.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP