TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Alasan Honda dan Yamaha Resmi Kolaborasi

Mereka akan kolaborasi untuk menggarap pasar skutik 50cc.
Alasan Honda dan Yamaha Resmi Kolaborasi
Honda's Shinji Aoyama (kiri) dan Yamaha's Katsuaki Watanabe. (AsiaNikkei)

VIVA.co.id – Kabar mengejutkan datang dari dua pabrikan raksasa sepeda motor di dunia, Honda dan Yamaha. Dua pabrikan asal Jepang itu menyatakan berkolaborasi membuat aliansi untuk menguasai pasar skutik. Hal ini dianggap merupakan langkah penting lantaran pasar skutik di Jepang yang terus menyusut.

Dilansir AsiaNikkei, Selasa, 11 Oktober 2016, nantinya mereka akan coba memasok skuter 50cc, lantaran skuter di kelas ini tak kenal ampun, alias tak pernah surut permintaan. Demikian disampaikan Shinji Aoyama, Chief Operating Officer Honda.

Diketahui, skuter kini memiliki nasib buruk di Jepang, setelah munculnya mobil mini dan sepeda listrik. Larangan parkir serta aturan yang ketat juga turut andil merusak pasar skuter.

Saat ini ada lebih dari 11 juta sepeda motor di jalanan Jepang. Tetapi, pada 2015, para pabrikan hanya bisa menjual sekira 400 ribu unit motor. Tren tampak semakin menurun dari tahun ke tahun, sementara puncak penjualan terjadi pada awal 1980-an, dengan angka 3,26 juta unit.

Honda dan Yamaha dilaporkan akan membangun skuter dengan nama Jog dan Vino. Desain kemungkinan akan digarap oleh Yamaha secara eksklusif. Honda dan Yamaha nantinya juga akan bekerja sama pada pengembangan model skuter berikutnya, termasuk untuk penggunaan komersial, seperti pengantar koran dan pengiriman paket.

Selain skuter berkapasitas mesin kecil, Honda dan Yamaha akan berkolaborasi pada skuter listrik juga. Keduanya akan total membuat sistem kerja sedemikian rupa agar dapat mengatasi tantangan seperti baterai dan waktu pengisian pada motor listrik.

Hal ini tentu jauh berbeda dengan kondisi pada sekira ahun 1980-an. Di mana keduanya tampak sengit berkompetisi saat sepeda motor mengalami peningkatan popularitas di Jepang. Yamaha dan Honda saat itu terlihat bergantian merilis model baru demi merengkuh pasar roda dua.

Kompetisi tersebut akhirnya sempat sirna saat Honda menang dan Yamaha mengalami krisis laba. Pekerja Yamaha di sana, bahkan sempat mengalami pemotongan gaji sebesar lima persen saat kondisi paceklik. "Tapi kini tidak ada kebencian atau sakit lagi," kata Managing Executive Officer Yamaha, Katsuaki Watanabe. (ase)

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP