TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Potret Nakal Taksi Online, Pesan Avanza yang Datang Agya

Hal ini belakangan kerap dikeluhkan para pengguna taksi online.
Potret Nakal Taksi Online, Pesan Avanza yang Datang Agya
Sejumlah mobil taksi online yang ditahan Dishubtrans DKI. (Anwar Sadat - VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Transportasi online berbasis aplikasi saat ini memang tengah digandrungi masyarakat, utamanya yang tinggal di perkotaan. Selain menawarkan kemudahan, harganya pun lebih murah dibandingkan dengan taksi konvensional.

Di Jakarta, sudah tersedia tiga aplikasi transportasi yang menawarkan jasa antar menggunakan mobil atau kendaraan roda empat. Aplikasi itu yakni Gojek dengan GoCar, Grab dengan Grab Car, serta Uber dengan UberX. Namun, bukan berarti taksi online tak memiliki kelemahan. Sejumlah keluhan berdatangan seiring tingginya pemesanan dari konsumen.

Misalnya, calon penumpang yang memesan taksi online. Sebagai contoh, jika di aplikasi tertera mobil yang dipesan berjenis MPV, seperti Avanza, Xenia, Ertiga, dan sebagainya, justru yang datang mobil lainnya, seperti Agya, Ayla, atau Datsun. Hal ini belakangan menjadi masalah yang kerap dikeluhkan para pengguna taksi online.

Lantas bagaimana reaksi Grab Indonesia akan adanya keluhan tersebut? Public Relation Manager Grab Indonesia, Dewi Nuraini, mengatakan pihaknya akan memberi peringatan terhadap sopir yang tak menaati peraturan. "Kalau kayak gini biasanya kami kasih tahu dulu. Kami tegur driver-nya," kata Dewi saat dihubungi VIVA.co.id di Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2016.

Dewi mengklaim, bedanya kendaraan yang dipesan umumnya terjadi karena mobil tersebut sedang berada di bengkel, dan biasanya sopir tersebut memilih mobil lain sebagai alternatifnya. "Kami sarankan driver lapor ke customer service, kasih tahu mobilnya enggak sesuai sama yang di aplikasi, nanti akan kami adjust (menyesuaikan) di aplikasi," tuturnya.

Namun demikian, apabila pengemudi kerap melakukan kesalahan itu, maka pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi, yakni mencabut izin operasi pengemudi itu.

"Kalau terjadi beberapa kali kami bisa suspend untuk alasan kenapa sih dia ganti-ganti mobil mulu. Tapi kami enggak bisa langsung suspend. Kami harus pelajari dulu kenapa alasannya," kata Dewi. (ase)

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP