TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Mobil Keseringan Dicuci Ternyata Berpengaruh ke Mesin

Jamur juga akan mudah hinggap jika pencucian salah langkah.
Mobil Keseringan Dicuci Ternyata Berpengaruh ke Mesin
Mencuci mobil. (VIVA.co.id/Ifan Gusti)

VIVA.co.id – Hujan yang sering turun beberapa waktu terakhir membuat kendaraan tentunya harus ekstra diperhatikan. Selain bisa membuat mobil berkarat, air hujan yang turun juga bisa membuat mobil tak elok dipandang. Dengan kondisi demikian, mau tidak mau, pemilik mobil harus lebih rajin mencuci selama musim hujan agar tunggangan tetap kinclong.

Namun, ternyata mencuci mobil terlalu sering juga memiliki efek yang tidak baik. Karena dengan seringnya mencuci mobil saat hujan, maka mobil terus menerus terkena air dan membuat body serta mesin menjadi lembab. Hal ini setidaknya diungkapkan Saiful Anwar, Wakil Kepala Bengkel Plaza Toyota Pemuda, Jakarta Timur. Menurutnya, terlalu banyak mencuci mobil dapat mengakibatkan mesin mobil akan menjadi lembab.

“Sebetulnya sih bagus, malah dianjurkan setiap terkena hujan itu dimandikan, supaya tidak timbul karat pada mobil, tapi kalau cara mencucinya salah bisa akibatkan mesin cepat lembab,” kata Saiful kepada VIVA.co.id, Rabu 12 Oktober 2016.

Akibatnya, kata dia, karena mobil lembab, maka mobil akan cepat memunculkan karat dan jamur di kendaraan, sehingga mobil akan terlihat kusam dan sulit untuk dibersihkan.

Mencuci mobil.

Untuk itu, Saiful menyarankan agar mencuci mobil tidak terlalu sering. Hal ini berguna untuk menjaga mobil tetap awet dan kinclong. “Kalau bisa seminggu itu hanya dua kali saja, itu mencuci menyeluruh ya, kalau mencuci body saja sih tidak apa-apa setiap hari,” ujar dia.

Untuk sehari-hari, lanjut dia, pemilik kendaraan cukup mengelap body kendaraan yang basah agar tidak lembab. "Masih banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana cara merawat kendaraan yang benar di musim penghujan," tutur dia.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP