TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Tak Siap dengan Euro4, Mobil Masuk Indonesia Jadi Jelek

"Mobil masuk Indonesia jadi Euro2, yang bagus justru dijelekkan."
Tak Siap dengan Euro4, Mobil Masuk Indonesia Jadi Jelek
New Isuzu D-Max meluncur Senin 8 Agustus 2016 (viva.co.id/Yasin)

VIVA.co.id – Minat mobil bermesin diesel di pasar global saat ini tengah menurun. Hal ini dikarenakan adanya skandal emisi yang dilakukan beberapa pabrikan ternama. Namun demikian, hal itu sepertinya tak berlaku bagi pasar di Tanah Air, karena karakter konsumen yang berbeda.

Hal itu disampaikan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selaku produsen mobil diesel Isuzu di Tanah Air. Mereka percaya, mesin kendaraan yang menenggak bahan bakar solar ini masih diminati. "Kebutuhan mesin diesel juga bisa naik, karena memang lebih praktis, irit dan awet," ujar Edy Jusuf Oekasah, Director of Product Planning Division PT IAMI, saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Kata Edy, praktis yang dimaksud karena pemeliharaannya yang terbilang mudah lantaran hanya mengganti filter dan pergantian oli mesin saja. "Irit bahan bakar orang sudah pasti tahu, tahan lama, bisa dibuktikan. Pasti orang tahu mesin diesel lebih tahan lama," tutur dia.

Satu hal yang menjadi perhatian Isuzu ke depan, menurut Edy, pemerintah saat ini memang bakal meningkatkan standar emisi gas karbon menjadi Euro4. Maka itu, Pertamina terus berusaha mendirikan kilang minyak dengan sulfur level 350 ppm (part per milion).

Dari sisi industri, kata dia, sudah siap dengan aturan Euro4. Isuzu sendiri beranggapan bakal merasa rugi jika aturan Euro2 masih diterapkan di Indonesia. "Bagus jika aturan itu segera diterapkan, karena Isuzu sudah memiliki produknya, tapi kendala di bahan bakarnya yang belum ada."

"Kita punya produk Euro4 seperti D-Max, MU-X, tapi masuk Indonesia jadi Euro2, yang bagus harus dijelekkan, jadi teknologi diturunkan. Dan cara ini jadi menambah uang, karena teknologi disesuaikan," ujarnya.

Disampaikan, teknologi yang harus diperbaiki jika kendaraan masuk Indonesia adalah nozzle. Padahal nozzle Euro4 itu aman dari endapan sulfur, jadi tak perlu lapisan tambahan. Sementara Euro2 mengandung sulfur yang tinggi atau kotoran tinggi, sehingga butuh ubahan.

"Jadi kita harus lapisi jarum nozzle dan rumah-rumah jarumnya pakai diamond like carbon supaya tidak scratch, dan itu kan tambahan uang untuk jadi Euro2. Bahan bakar yang jadi kendala."
 

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP