TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Kenali Praktik Curang Pedagang Motor Bekas, Jangan Tertipu

Dibutuhkan kejelian sebelum membeli motor bekas idaman.
Kenali Praktik Curang Pedagang Motor Bekas, Jangan Tertipu
Deretan motor sport bekas di kawasan Condet, Jakarta Timur. (FOTO: Dian Tami/VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Membeli sepeda motor bekas memang menjadi alternatif paling pas ketika dana yang dimiliki terbatas. Harga terjangkau dan kualitas tak jauh beda dengan baru, menjadi pertimbangan utama sejumlah konsumen untuk memilih membeli sebuah motor bekas.

Namun bukan tanpa risiko, karena motor yang sudah bekas pakai tentunya dibutuhkan kejelian agar mendapatkan barang bagus, bukan hanya sekadar sapuan 'make-up' penjual saja. Sebab, kini terdapat oknum pedagang motor bekas culas yang ingin mendapatkan keuntungan berlebih dengan menukar komponen asli dengan komponen tiruan atau bahkan sudah rusak. 

Kepala bengkel Astra Motor Jakarta, di bilangan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Eko Eddy mengatakan, sampai saat ini masih ada saja oknum pedagang motor bekas yang curang dalam memasarkan dagangannya. Dia bahkan sempat beberapa kali menemukan pemilik yang mengeluh, karena salah membeli kendaraan. 

"Iya ada saja yang pernah begitu. Biasanya, mereka kasih oli yang lebih kental (saat menjual) supaya mesin bersuara kasar tidak kedengaran oleh pemilik yang membeli," kata Eko kepada VIVA.co.id, Kamis 16 Februari 2017.

Eddy menuturkan, hal itu dilakukan semata-mata untuk menarik minat konsumen, jika motor yang ditawarkan bermesin halus. Maka itu, ia pun memberikan beberapa tips yang bisa jadi dasar saat membeli kendaraan bekas. "Pertama yang harus diperhatikan itu paling di kondisi bagian mesin. Mesin kan tidak bisa langsung kelihatan, apakah sudah pernah di-over-size atau belum, usahakan beli motor langsung cek ke bengkel (untuk) dibongkar," ujarnya. 

Kedua, praktik culas pedagang motor bekas adalah mengganti suku cadang asli dengan barang tak asli. Sementara suku cadang asli dijual untuk mendapat keuntungan lainnya, semisal spakbor, lampu, atau bahkan pelek. "Itu sudah banyak, terlihat biar bagus motornya, ternyata pas dilihat barangnya ditukar dengan yang tidak asli atau KW (kwalitas)," katanya. 

Komponen spedometer juga tak luput dari bidikan oknum penjual motor bekas nakal, sebab kini banyak pemilik yang berpatokan pada jarak kendaraan dalam mengukur kualitas kendaraan yang akan dibeli. "Ada yang diakali juga speedometernya untuk mengurangi (kilometer), itu dia ganti baru, seperti itu. Ganti spedometer non digital itu bisa beli yang baru atau bekas. Kalau untuk jarum yang digital memang sudah tidak bisa diakalin, diganti begitu, karena speedometer digital tidak bisa di-reset juga," tambahnya. 

Terakhir, lanjut Eddy, yaitu suspensi sepeda motor. Komponen ini memang rentan diganti menjadi tidak asli karena cukup mahal jika dijual. "Makanya perhatikan model asli dan warna garpu depan. Bisa jadi komponen ini diganti dengan barang lama yang sudah berkali-kali diservis," tambahnya.
 

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP