TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Ban Kurang Angin Justru Berisiko Pecah

Sidewall berfungsi sebagai tulang pada ban motor.
Ban Kurang Angin Justru Berisiko Pecah
Ban sepeda motor. (Motorcyclephillippines)

VIVA.co.id – Banyak pengendara motor yang menganggap ban kurang angin sebagai hal yang sepele. Selama ban masih bisa berputar dan tidak goyang, maka dianggap aman digunakan. Padahal, ban yang kurang angin bisa berisiko pecah.

Dilansir dari Fdrtire, Senin 5 Juni 2017, saat tekanan angin ban di bawah standar yang direkomendasikan, bagian sidewall atau dinding ban mendapat tekanan yang lebih berat. Apalagi jika membawa beban berlebihan, tekanan terhadap dinding ban jadi lebih berat lagi.

Jika terus-menerus mendapat tekanan melebihi beban yang sanggup ditanggung oleh sidewall ban, benang-benang nylon yang jadi "tulang" ban bisa putus dan mengakibatkan ban pecah, karena dinding ban sobek.

Bahayanya lagi, masih banyak yang beranggapan bahwa saat membawa beban berat, tekanan ban harus dikurangi. Alasannya, agar ban tidak pecah akibat menerima beban lebih besar.

Pada dinding ban motor sebenarnya sudah tertulis kode yang menjelaskan beban maksimum ban. Misalnya, di dinding ban tertulis "max load 170kg (374 lbs) at 260kPa (33 psi) cold."

Itu berarti, beban maksimum yang bisa ditanggung ban yaitu 170 kilogram, dengan syarat tekanan ban 33 per square inch dan kondisi ban dingin.

Tidak seperti ban mobil, sidewall pada ban motor penting untuk kestabilan saat menikung. Derajat kemiringan ban motor saat menikung lebih rendah daripada ban mobil.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP