TUTUP
TUTUP
OTOMOTIF

Cek Biaya Servis Ringan dan Berat di Bengkel Resmi

Mudik dengan motor, pastikan kondisinya benar-benar sehat.
Cek Biaya Servis Ringan dan Berat di Bengkel Resmi
Seorang montir tengah melakukan servis sepeda motor. (Foto: Dok Astra Motor)

VIVA.co.id – Musim mudik Lebaran sudah di depan mata. Jutaan orang dipastikan bakal melakoni ritual akbar tahunan ke kampung halaman. Tak hanya transportasi publik, sebagian masyarakat pun masih memilih berlebaran di kampung halaman dengan kendaraan pribadi, sebut saja sepeda motor.

Karena bakal dibawa dengan jarak tempuh yang jauh, memastikan kendaraan sudah dalam kondisi prima merupakan syarat mutlak. Jika belum, segera lakukan pengecekan ke sejumlah bengkel terdekat untuk menghindari masalah saat perjalanan mudik Lebaran.

Nah, servis sendiri terdapat dua macam, yakni servis ringan dan servis besar. Lantas untuk mudik, sebaiknya servis ringan atau besar?

Kepala mekanik bengkel resmi motor Honda di Depok Jawa Barat, Stanley Sibuea mengatakan, sebelum melakukan servis, periksa terlebih dahulu jarak tempuh sepeda motor. “Lihat dulu sudah mencapai kilometer berapa, kalau masih di bawah 15 ribu kilometer, hanya perlu servis ringan. Kalau mencapai 24 ribu kilometer sebaiknya lakukan servis besar,” kata Stanley kepada VIVA.co.id di Jakarta, Rabu 14 Juni 2017.

Dia menyebut, pada servis ringan, nantinya mekanik bakal melakukan sejumlah pengecekan seperti cek sistem kelistrikan seperti lampu dan sebagianya, cek rem depan-belakang, setel klep, serta pengecekan injector, periksa tekanan angin pada kedua ban dan ganti oli.

“Kalau biaya servis ringan sekitar Rp80 ribu ya belum termasuk ongkos jasanya, sekitar Rp20 ribu-Rp30 ribu,” tuturnya menambahkan.

Sedangkan servis besar atau berat, bagi motor matik ditekankan kepada komponen yang terdapat pada continuously variable transmission (CVT). Tak jauh berbeda dengan matik, servis besar pada motor manual pun juga lebih ditekankan pada pengecekan ruang bakar. Untuk servis besar katanya, kisaran harganya yaitu Rp150 ribu.

“Kalau motor di atas 24 ribu kilometer cuma diservis ringan, misalnya karena dia punya dana terbatas, itu pasti ada dampaknya. Kalau pengendara melintasi tanjakan sampai 45 derajat, ditambah lagi lalu lintas macet, kampas otomatis bakal tergerus, apalagi kalau kampas enggak ada di bengkel, itu bisa jadi masalah buat pengendara,” katanya.

TERKAIT
KOMENTARI ARTIKEL INI
VIDEO TERPOPULER
FOTO TERPOPULER
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP